Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana malam penganugerahan Radar Surabaya Awards 2026 di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/07/2026), menjadi momentum membanggakan bagi Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng. Institusi pemasyarakatan tersebut berhasil membawa pulang penghargaan kategori Rutan dengan Sistem Pengawasan Terbaik untuk Pencegahan Penipuan Online Berkedok Love Scamming berkat komitmennya menjaga keamanan serta menutup celah tindak kejahatan siber dari balik jeruji besi.
Penghargaan itu menjadi pengakuan atas keberhasilan Rutan Medaeng membangun sistem pengamanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, rutan juga memastikan tidak ada penyalahgunaan fasilitas yang berpotensi memunculkan aksi penipuan daring maupun gangguan keamanan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus konten digital. Menurutnya, jurnalisme tetap menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya.
“Jurnalisme adalah ruang penjernih informasi, ruang di mana informasi bisa dijaga dan kita percaya,” ujar Nezar.
Ia juga mengajak insan pers untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Dulu bad news is good news, namun sekarang kita harus beralih ke good news is a good news,” tambahnya.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi motivasi bagi seluruh jajaran agar terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sistem pengamanan di lingkungan rutan.
“Mudah-mudahan ini menjadi semangat buat kami, jajaran di Rutan Kelas I Surabaya untuk terus meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik,” kata Tristiantoro. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama agar proses pembinaan warga binaan berjalan optimal. “Yang pasti yang sudah berjalan ini kita jaga dengan baik dan kita terus selalu memberikan peningkatan terkait pengamanan. Karena ini hal yang sangat penting bagi kami. Keamanan di rutan itu harus terjaga dan harus bersih dari segala macam gangguan kamtib. Kalau ada gangguan, suasana di rutan tidak nyaman dan pembinaan pun tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rutan Medaeng menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat sesuai arahan Kementerian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Seluruh pengunjung maupun petugas wajib melewati pemeriksaan menggunakan X-Ray dan body scanner, serta didukung pengawasan melalui 112 titik CCTV. Razia rutin juga digelar sedikitnya dua kali dalam sepekan guna mencegah masuknya narkoba, telepon genggam ilegal, maupun barang terlarang lainnya. Ketatnya pengawasan itu terbukti efektif setelah petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam kemasan susu pada 1 Juli lalu.
Selain memperkuat aspek keamanan, Rutan Medaeng juga menghadirkan berbagai inovasi pembinaan. Salah satunya mengubah lorong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi perpustakaan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Perpustakaan dengan sekitar 300 koleksi buku itu menjadi bagian dari pembinaan disiplin, di mana warga binaan yang melanggar tata tertib diwajibkan membaca, merangkum, dan mempresentasikan isi buku. Di bidang kemandirian, warga binaan juga dibekali keterampilan melalui produksi kuliner serta kerajinan anyaman yang dipasarkan hingga ke luar negeri.
Sementara itu, Direktur Radar Surabaya, Lilik Widyantoro, mengatakan Radar Surabaya Awards merupakan bentuk penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Radar Surabaya dalam mengawal kemajuan Jawa Timur selama 25 tahun terakhir.
“Penganugerahan ini adalah apresiasi atas kontribusi nyata lembaga dalam membangun sinergi demi kemajuan daerah,” ujar Lilik Widyantoro. Selain Rutan Kelas I Surabaya, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, serta institusi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, dedikasi, dan pengabdian bagi masyarakat. (rif)
















