HUTRI
Hukum

Panen 250 Kilogram Jagung, Lapas Kelas I Surabaya Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

2
×

Panen 250 Kilogram Jagung, Lapas Kelas I Surabaya Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

Sebarkan artikel ini
Hum01088 1 1 Scaled
Panen 250 Kg jagung dari lahan SAE 36, Lapas Kelas I Surabaya Panen Jagung dan Tumbuhkan Kemandirian Warga Binaan.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen jagung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 36.

Dalam kegiatan panen tersebut, Lapas Kelas I Surabaya berhasil menghasilkan sekitar 250 kilogram jagung dari dua varietas yang dibudidayakan, yakni jagung manis dan jagung pulut. Panen dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kematangan tanaman.

Breaking News

Kegiatan pertanian di SAE 36 menjadi bagian dari program pembinaan produktif bagi warga binaan. Mereka tidak hanya dilibatkan saat proses panen, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam melakukan perawatan dan pengelolaan tanaman hingga menghasilkan produk pertanian yang siap dimanfaatkan.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan pemanfaatan lahan SAE 36 memiliki makna lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun keterampilan, kemandirian, serta kepedulian sosial bagi warga binaan.

“Melalui SAE 36, kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar produktif dan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan. Mereka dapat belajar secara langsung bagaimana mengelola pertanian, mulai dari proses perawatan hingga panen,” ujar Sohibur Rachman, Jumat (28/08/2026).

Ia menegaskan, hasil panen jagung tersebut tidak semata-mata berorientasi pada nilai ekonomi atau untuk diperjualbelikan. Sebaliknya, hasil dari pengelolaan lahan produktif itu dimanfaatkan untuk kegiatan sosial sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Yang kami bangun bukan hanya ketahanan pangan, tetapi juga nilai kepedulian sosial. Hasil dari pembinaan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat, baik bagi warga binaan yang memperoleh keterampilan maupun masyarakat yang merasakan hasilnya,” ungkapnya.

Menurut Sohibur, program SAE 36 menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Kelas I Surabaya. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang kelak dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Ia berharap program pertanian tersebut dapat terus berkembang dengan berbagai komoditas yang disesuaikan dengan potensi lahan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan itu juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif.

“Dari SAE 36, kami ingin menumbuhkan keterampilan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menanamkan kepedulian sosial. Inilah semangat pembinaan yang terus kami dorong, agar warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar, berubah, berkarya dan memberikan manfaat,” pungkas Sohibur Rachman. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578