SIDOARJO, GELORAJATIM.COM – Yasin Tahlil Kepala Desa Buncitan digelar di dua lokasi berbeda, yakni Balai Desa Buncitan dan Perumahan Swan Regency, Senin (04/05/2026) malam. Kegiatan ini diikuti antusias warga sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Kepala Desa Buncitan, Mujiono.
Dua Lokasi Pelaksanaan
Pelaksanaan Yasin tahlil dibagi di dua titik untuk menampung banyaknya warga yang ingin hadir.Di Balai Desa Buncitan, kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Sementara di Perumahan Swan Regency, warga juga menggelar doa bersama pada waktu yang sama.
Perangkat desa bersama tokoh masyarakat mengoordinasikan jalannya kegiatan di masing-masing lokasi. Pembagian tempat ini membuat warga tetap dapat mengikuti doa dengan khidmat tanpa berdesakan.
Dipimpin Sekretaris Desa
Sekretaris Desa Buncitan, Sayuti, memimpin langsung pembacaan Yasin dan tahlil di balai desa. Ia mengajak jamaah untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Suasana berlangsung tenang dan tertib. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, diikuti doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh peserta yang hadir.
Antusiasme Warga Tinggi
Warga dari berbagai kalangan tampak memadati kedua lokasi kegiatan. Mereka datang sejak awal acara dan mengikuti seluruh rangkaian hingga selesai. Antusiasme ini mencerminkan kedekatan masyarakat dengan sosok almarhum Mujiono.
Di Perumahan Swan Regency,
Ratusan warga terlihat memenuhi area sekitar lokasi. Sebagian bahkan mengikuti kegiatan dari luar area utama karena keterbatasan tempat. Meski demikian, jalannya acara tetap berlangsung tertib.
Sosok Pemimpin Dikenang
Mujiono dikenal sebagai kepala desa yang aktif dan dekat dengan masyarakat. Selama menjabat, ia kerap turun langsung menyelesaikan persoalan warga dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.
Warga menilai almarhum sebagai pemimpin sederhana dan mudah dijangkau. Kehadirannya selama ini memberikan dampak positif bagi perkembangan desa, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam.
Doa Bersama Pererat Kebersamaan
Kegiatan Yasin tahlil ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Mereka saling mendukung dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Acara di kedua lokasi ditutup dengan doa bersama. Setelah itu, warga saling bersalaman sebagai wujud empati dan solidaritas. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.(Adi)
















