Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Sidoarjo terus diperkuat dengan penerapan teknologi modern dalam penegakan hukum. Dalam kurun waktu 10 hari sejak diberlakukan, perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld milik Satlantas Polresta Sidoarjo sukses merekam ribuan pelanggaran di sejumlah ruas jalan utama.
Sejak mulai dioperasikan pada 27 April 2026 hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 1.073 pelanggaran lalu lintas berhasil didokumentasikan secara digital. Setiap harinya, rata-rata sekitar 100 hingga 120 pengendara kedapatan melanggar aturan lalu lintas, mulai dari pelanggaran penggunaan helm, sabuk pengaman, hingga kelengkapan kendaraan bermotor.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra, mengatakan penggunaan ETLE handheld terbukti efektif dalam membantu petugas melakukan pengawasan di lapangan secara cepat, akurat, dan objektif. Menurutnya, perangkat tersebut kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung penegakan hukum berbasis teknologi.
“Kami terus mengoptimalkan penggunaan ETLE handheld di titik-titik rawan pelanggaran, seperti kawasan padat kendaraan dan jalur utama. Dalam 10 hari ini, sudah 1.073 pelanggaran terekam dengan rata-rata harian 100 sampai 120 pelanggar,” ujar AKP Yudhi, Rabu (06/05/2026).
Ia menjelaskan, sistem digital yang diterapkan melalui ETLE handheld juga mampu menghadirkan transparansi dalam proses penindakan. Seluruh pelanggaran yang terekam diproses secara elektronik, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.
“Melalui ETLE handheld, setiap pelanggaran terekam secara objektif sehingga meminimalisir potensi penyimpangan, baik dari petugas maupun masyarakat. Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang profesional, modern, dan berintegritas dalam penegakan aturan lalu lintas,” tegas Yudhi.
Selain melakukan penindakan, Satlantas Polresta Sidoarjo juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai langkah utama menekan angka kecelakaan di jalan raya. Petugas ETLE handheld pun ditempatkan secara mobile di sejumlah titik strategis, menyesuaikan kondisi arus lalu lintas dan tingkat kerawanan pelanggaran.
“Harapan kami, dengan masifnya penggunaan ETLE handheld ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya soal menghindari sanksi, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (rif)
















