Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan sebagai momentum menebar kepedulian dan mempererat silaturahmi di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Minggu (01/02/2026).
Melalui suasana penuh kehangatan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo, menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan pengajian bersama anak-anak yatim.
Kegiatan keagamaan tersebut diikuti dengan khidmat oleh jajaran DWP Rutan Medaeng bersama para tamu undangan, mencerminkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang terus dijaga di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 20 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Amin turut hadir dalam acara tersebut. Mereka mengikuti rangkaian pengajian dengan penuh antusias, menambah suasana kekeluargaan yang terasa hangat dan sarat makna.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan hanya sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan sarana menumbuhkan kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.
“Peringatan Isra Mi’raj ini kami maknai sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim,” ujar Tristiantoro.
Menurutnya, kegiatan berbagi dengan anak yatim diharapkan mampu menanamkan nilai empati, rasa syukur, dan kepedulian, baik bagi keluarga besar Rutan Medaeng maupun bagi anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antara jajaran Rutan Kelas I Surabaya, Dharma Wanita Persatuan, serta masyarakat di sekitar lingkungan rutan.
Sebagai penutup acara, Tristiantoro Adi Wibowo bersama Ketua DWP Rutan Kelas I Surabaya secara simbolis menyerahkan santunan serta bingkisan kepada anak-anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial.
“Kami berharap kegiatan seperti ini membawa keberkahan bagi kita semua dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Semangat berbagi harus terus hidup, karena dari situlah nilai kemanusiaan dan kebersamaan tumbuh,” pungkasnya. (rif)
















