Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah Desa (Pemdes) Pertapan Maduretno menggelar Lomba Cipta Kreasi Menu Non-Beras sekaligus kegiatan polling pajak, Minggu (16/08/2026) pagi.
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Desa Pertapan Maduretno tersebut berlangsung meriah. Warga dan kader TP PKK tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pertapan Maduretno H. Heru Sutiyo, SE., Ketua TP PKK Desa Pertapan Maduretno Hj. Siti Nurhayati, A.Md.Ft., dewan juri, peserta lomba dari TP PKK, serta warga desa yang mengikuti program polling pajak. Para peserta lomba dan warga yang datang dihibur dengan lantunan lagu dari grup musik electone.
Lomba Cipta Kreasi Menu Non-Beras diikuti perwakilan TP PKK dari sejumlah RW di Desa Pertapan Maduretno. Para peserta ditantang menyajikan menu kreatif dengan bahan utama non-beras, namun tetap memperhatikan cita rasa, kreativitas, kandungan gizi, serta keamanan pangan.
Ketua TP PKK Desa Pertapan Maduretno, Hj. Siti Nurhayati, A.Md.Ft., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah berpartisipasi. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para ibu untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk menyemarakkan Lomba Cipta Kreasi Menu Non-Beras dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh TP PKK, khususnya perwakilan RW 01 hingga RW 05, yang telah berpartisipasi aktif,” ujar Siti Nurhayati.

Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan para peserta sangat membanggakan. Ia berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga apabila terdapat perlombaan di tingkat yang lebih tinggi, perwakilan TP PKK Desa Pertapan Maduretno dapat membawa nama baik desa.
“Perlombaan ini menjadi wadah untuk menunjukkan potensi ibu-ibu dalam menciptakan menu yang sehat, lezat, dan kreatif sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. InsyaAllah apabila ada perlombaan di tingkat yang lebih tinggi, ibu-ibu perwakilan dari masing-masing RW akan kami ajak membawa nama baik Desa Pertapan Maduretno,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pertapan Maduretno H. Heru Sutiyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 yang dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi anggaran desa. Meski digelar secara sederhana, ia menegaskan semangat kebersamaan warga tidak boleh berkurang.
“Maturnuwun sanget kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan pagi hari ini dapat terselenggara dengan baik dan gratis bagi warga. Walaupun anggaran desa mengalami penyesuaian cukup signifikan, semangat menjaga adat, tradisi, kerukunan dan kebersamaan tidak boleh berkurang,” kata Heru.
Heru menambahkan, rangkaian peringatan HUT RI sebelumnya diawali dengan doa bersama. Setelah lomba menu non-beras, kegiatan diisi hiburan musik elekton sembari menunggu proses penilaian dewan juri. Sementara kegiatan lain seperti jalan sehat dan perlombaan lingkungan diserahkan kepada masing-masing dusun sesuai kesepakatan para kepala dusun.
Ia juga mengajak seluruh warga tetap menjaga semangat guyub dan rukun meskipun dukungan anggaran untuk masing-masing lingkungan tahun ini mengalami pengurangan. Menurutnya, esensi peringatan kemerdekaan bukan semata-mata soal menang atau kalah, tetapi bagaimana masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah partisipasi, kebersamaan dan kerukunan. Inilah gambaran warga Desa Pertapan Maduretno yang guyub dan penuh semangat,” tegas Heru.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan polling pajak, yakni layanan jemput bola untuk memudahkan masyarakat melakukan pendataan, pemungutan dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara langsung di lingkungan desa. Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pelunasan pajak sekaligus mengurangi tunggakan warga.
Ketua dewan juri, Eva Sanjaya, menjelaskan bahwa penilaian lomba tidak hanya berfokus pada rasa dan kreativitas. Peserta juga dinilai dari kesiapan, keamanan pangan, kesesuaian tema non-beras, penggunaan bahan alami, hingga kemampuan mempresentasikan keunggulan menu yang dibuat.
“Bahan utama maupun pendamping tidak boleh mengandung beras atau turunannya. Keamanan dan kelayakan konsumsi juga wajib diperhatikan karena menu diharapkan dapat diterapkan untuk keluarga, termasuk balita. Rasa tetap menjadi salah satu indikator utama penilaian,” jelas Eva.
Dalam program polling pajak, Pemdes Pertapan Maduretno juga memberikan apresiasi berupa minyak goreng kepada warga yang telah melunasi kewajiban PBB-nya. Layanan tersebut diharapkan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong kesadaran warga untuk memenuhi kewajiban pajak daerah. (rif)
















