HUTRI
NewsBudayaPemerintah

Wayang Kulit Meriahkan Ruwatan Desa Cemandi 2026

456
×

Wayang Kulit Meriahkan Ruwatan Desa Cemandi 2026

Sebarkan artikel ini
Img 20260212 Wa0002 1
Info Iklan hubungi 085183255578

SIDOARJO,GELORAJATIM.COM – Wayang kulit menjadi pusat perhatian pada acara Ruwatan Desa Cemandi, yang berlangsung meriah pada malam hari, Rabu, 11 Februari 2026.

Pagelaran budaya tradisional ini digelar sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya lokal yang telah berlangsung turun-temurun.

Breaking News

Puncak Ruwatan Desa Cemandi

Acara Ruwatan Desa Cemandi 2026 diadakan di Balai Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dan menjadi momen puncak dari rangkaian acara desa. Pertunjukan wayang kulit ini dipentaskan oleh dalang kondang, Ki Purnawan Taruna Aji, dengan mengangkat lakon Wahyu Cakraningrat. Pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Sebagai acara utama, pagelaran wayang kulit menarik perhatian banyak warga. Acara ini menjadi simbol pentingnya pelestarian budaya Jawa, yang tak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana untuk merenung dan mengingat kembali nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat desa.Img 20260212 Wa0004

Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting Desa

Selain warga desa, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting baik dari pemerintahan maupun masyarakat. Camat Sedati yang diwakili oleh Kasi Trantib, perwakilan dari Koramil Sedati (Babinsa), serta Polsek Sedati (Kanit Intelkam) turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan acara.

Kepala Desa Cemandi, Dra. Rusilah, juga hadir dan memberikan sambutan yang berisi pesan penting tentang pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya yang telah menjadi identitas desa.

“Ruwatan desa bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, berdoa bersama demi keselamatan dan kesejahteraan bersama,” ungkap Kepala Desa Cemandi, Dra. Rusilah, dalam sambutannya.

Antusiasme Warga Desa Cemandi

Antusiasme masyarakat Desa Cemandi terhadap acara ini sangat terlihat warga dari berbagai usia, mulai dari yang tua hingga muda, memadati Balai Desa Cemandi untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit. Bagi masyarakat, ini bukan hanya acara hiburan semata, tetapi juga sebuah upaya untuk mempererat tali silaturahmi antar warga desa.

 

Keberadaan acara ini juga menjadi ajang bagi warga untuk mengingat kembali dan menjaga tradisi yang telah ada sejak lama. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari acara ini, karena wayang kulit dan ruwatan desa adalah bagian penting dari warisan budaya kami,” ujar salah satu warga setempat.

 

Pelestarian Budaya dan Harapan untuk Masa Depan

Sebagai penutup, Kepala Desa Cemandi berharap agar tradisi ruwatan desa ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Tidak hanya sebagai ritual budaya, namun juga untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menarik wisatawan lebih banyak. “Kita harus menjaga tradisi ini untuk diwariskan kepada generasi mendatang, agar budaya Jawa tetap hidup dan berkembang,” katanya.

 

Acara Ruwatan Desa Cemandi 2026 dengan wayang kulit sebagai sorotan utama bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga mencerminkan pentingnya menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

 

Pelestarian tradisi seperti ini menjadi sangat vital untuk memperkuat identitas budaya serta mempererat hubungan antar warga dalam masyarakat desa.( Ad)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578