HUTRI
Hukum

Tanam Harapan dari Balik Lapas, Napiter Lapas Kelas I Surabaya Belajar Budidaya Anggrek

4
×

Tanam Harapan dari Balik Lapas, Napiter Lapas Kelas I Surabaya Belajar Budidaya Anggrek

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20261105 162356 Gallery
Petugas pembina bersama warga binaan napiter Lapas Kelas I Surabaya mengikuti pelatihan penyemaian bibit anggrek menggunakan botol sebagai media tanam di area ketahanan pangan Blok F, Kamis (05/11/2026), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan optimalisasi pemanfaatan lahan tidur.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Mengubah lahan tidur menjadi ruang produktif sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan baru menjadi langkah nyata pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya. Kali ini, sejumlah narapidana terorisme (napiter) bersama warga binaan lainnya mengikuti pelatihan budidaya anggrek di area ketahanan pangan Blok F, Kamis (05/11/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kepala Lapas Kelas I Surabaya melalui Bidang Kegiatan Kerja tersebut menghadirkan Andre Kurniawan, seorang pembina sekaligus pembudidaya anggrek yang juga merupakan mandor PT Bahari Mitra Surya (PT BMS), mitra kerja Lapas Kelas I Surabaya.

Breaking News

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari pengenalan teknik budidaya hingga praktik penyemaian bibit anggrek menggunakan botol sebagai media tanam. Sebanyak 19 botol digunakan dalam kegiatan ini, dengan kapasitas sekitar 25 hingga 30 bibit anggrek pada setiap botol.

Andre Kurniawan menjelaskan, pelatihan ini diharapkan menjadi sarana bagi warga binaan untuk memahami teknik dasar budidaya anggrek secara benar. Dengan pendampingan yang diberikan, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri.

“Harapannya, para peserta bisa memahami prosesnya dan nantinya mampu mengembangkan budidaya ini secara mandiri,” ujar Andre.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, melalui Kasi Sarana Kerja, Hamlana, menyampaikan bahwa pelatihan budidaya anggrek merupakan salah satu inisiatif pembinaan yang sejalan dengan implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam optimalisasi pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.

Menurut Hamlana, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak terpakai tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lingkungan lapas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga binaan melalui pengembangan keterampilan dan pembinaan kemandirian.

“Pemanfaatan lahan tidur bukan hanya tentang menjadikan area yang sebelumnya tidak terpakai menjadi produktif, tetapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan keterampilan bagi warga binaan. Kami ingin pembinaan kemandirian ini menjadi bekal bagi mereka, termasuk saudara-saudara napiter, agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Hamlana.

Antusiasme juga terlihat dari salah satu warga binaan napiter berinisial Z yang mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal proses budidaya anggrek, mulai dari penyemaian bibit hingga penggunaan media tanam.

“Biasanya saya hanya melihat anggrek ketika sudah berbunga, senang rasanya bisa belajar sesuatu yang baru seperti ini dan bisa saya kembangkan nantinya,” ujar Z.

Ke depan, budidaya anggrek akan dikembangkan sebagai salah satu kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Surabaya. Dengan dukungan instruktur berpengalaman serta pendampingan berkelanjutan dari Bidang Kegiatan Kerja, program ini diharapkan mampu menciptakan kegiatan produktif sekaligus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan baru sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578