Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Ratusan warga Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, tumpah ruah di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Jalan Pemasyarakatan Nomor 1, Dusun Macan Mati, Minggu (01/11/2026) pagi. Antusiasme masyarakat terlihat dalam peluncuran perdana pasar rakyat yang digagas Lapas Kelas I Surabaya bersama Pemerintah Desa Kebonagung.
Kegiatan yang diawali dengan senam pagi bersama tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar. Selain berolahraga, warga juga berkesempatan menikmati berbagai produk lokal yang dijajakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman, Danramil 0816/04 Porong Kapten Arh Siswoyo, perwakilan Kecamatan Porong, Kepala Desa Kebonagung Agus Suwantoro, serta jajaran Lapas Kelas I Surabaya. Sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.
Sebanyak 121 lapak UMKM telah disiapkan untuk menjajakan beragam produk lokal, mulai dari makanan, minuman, hingga kebutuhan sehari-hari. Kehadiran pasar rakyat ini diharapkan menjadi ruang pemasaran baru bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi agar semakin berkembang di wilayah Desa Kebonagung.

Tidak hanya menghadirkan lapak UMKM, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan tenda Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta pelayanan kesehatan gratis dari Puskesmas Kedungsolo. Warga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus menikmati suasana pasar rakyat bersama keluarga.
Kepala Desa Kebonagung Agus Suwantoro menyampaikan apresiasi kepada pihak Lapas Kelas I Surabaya atas dukungan dan fasilitas yang diberikan untuk pelaksanaan pasar rakyat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah desa dalam menampung aspirasi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang membutuhkan ruang untuk mengembangkan usahanya.
“Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Desa Kebonagung dengan Lapas Kelas I Surabaya. Terima kasih kepada Bapak Kalapas atas dukungan dan support-nya, sehingga kami diberikan fasilitas tempat untuk membuka pasar kaget atau pasar rakyat guna meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Agus Suwantoro.
Ia menjelaskan, pasar rakyat tersebut diharapkan mampu menjadi sarana bagi warga untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di lingkungan desa sendiri. Dengan adanya kegiatan rutin, masyarakat diharapkan tidak perlu keluar wilayah Kebonagung untuk memenuhi kebutuhan maupun mencari tempat berbelanja.
Agus juga berharap kegiatan pasar rakyat dapat dilaksanakan secara rutin setiap pekan apabila pelaksanaan perdana ini berjalan lancar. Pemerintah desa akan terus melakukan evaluasi bersama pihak terkait agar kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM.
“Yang sudah terdata dan tersusun ada 121 lapak. Semuanya telah kami tata sejak awal, termasuk menyepakati tata tertib bersama. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sukses, lancar, dan ke depannya dapat dilaksanakan setiap satu minggu sekali,” ungkapnya.
Selain mendorong perekonomian, Agus menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan selama pasar rakyat berlangsung. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan petugas kebersihan TPST serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan kawasan depan lapas tetap tertib dan bersih setelah kegiatan selesai.
Ia menambahkan, promosi melalui media sosial juga akan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar rakyat dan menarik lebih banyak pengunjung. Apabila kegiatan ini berkembang sesuai harapan, Pemerintah Desa Kebonagung berencana menyiapkan pasar permanen di sebelah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kebonagung.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan, kegiatan pasar rakyat merupakan hasil gagasan bersama antara pihak lapas, pemerintah daerah, Forkopimka Kecamatan Porong, serta tokoh masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan olahraga bersama dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Ini bulan November, November Rain katanya. Tapi di Porong bukan November Rain, melainkan November Ceria. Kami bersama pemerintah daerah, khususnya di wilayah Porong, menggagas kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui senam bersama dan pasar rakyat,” tutur Sohibur Rachman.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi untuk menunjukkan bahwa keberadaan pemasyarakatan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya berharap pasar rakyat dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus mempererat hubungan antara warga dengan jajaran Lapas Kelas I Surabaya.
Sohibur menambahkan, pasar rakyat perdana ini akan dievaluasi untuk melihat dampak positifnya bagi masyarakat. Jika berjalan baik, kegiatan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara periodik dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat langsung merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Harga yang dijual di bawah harga toko, sehingga mudah-mudahan dapat membantu perekonomian warga Kebonagung dan sekitarnya. Antusiasme masyarakat hari ini luar biasa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lapas Kelas I Surabaya juga membuka lapak yang menjual produk hasil ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan. Berbagai produk yang ditawarkan meliputi tahu, tempe, ikan lele, kangkung, hasil pertanian, serta olahan makanan. Kehadiran lapak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus memperkenalkan hasil produksi lapas kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan pasar rakyat dan senam pagi bersama ini, Lapas Kelas I Surabaya bersama Pemerintah Desa Kebonagung berharap tercipta sinergi berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan lingkungan sekitarnya. (rif)
















