Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana Pendopo Balai Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (24/6/2026) malam. Ratusan warga datang silih berganti untuk memanfaatkan layanan administrasi kependudukan yang dibuka hingga malam hari melalui program SIMMAMAH (Siap Melayani Masyarakat Malam Hari) yang digagas Pemerintah Kecamatan Taman.
Sejak pukul 18.00 WIB, antrean warga mulai memenuhi area pendopo untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. Mulai dari perekaman dan penggantian e-KTP, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program jemput bola tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus administrasi pada jam kerja.
Desa Kedungturi menjadi lokasi pelaksanaan SIMMAMAH yang digelar secara bergilir setiap Rabu malam di seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Taman. Program tersebut kembali berjalan setelah Kecamatan Taman memperoleh kuota blangko e-KTP dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo.
Sekretaris Kecamatan Taman, Moch. Fahruddin, S.Sos, hadir langsung memantau jalannya pelayanan bersama Kepala Desa Kedungturi H. Arifin, perangkat desa, serta petugas pelayanan administrasi kependudukan. Kehadiran mereka sekaligus memastikan seluruh proses pelayanan berjalan lancar dan tertib.

“Alhamdulillah, program SIMMAMAH ini masih bisa terus berjalan dan antusiasme masyarakat masih sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa masyarakat memang membutuhkan pelayanan di luar jam operasional kantor,” ujar Moch. Fahruddin di sela kegiatan.
Pria yang akrab disapa Pak Udin itu menjelaskan, banyak warga yang terkendala waktu untuk mengurus dokumen kependudukan karena kesibukan bekerja pada siang hari. Menurutnya, layanan malam hari menjadi alternatif yang sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan administrasi yang mendesak.
“Misalnya ada warga yang KTP-nya buram atau rusak dan harus segera diperbarui untuk keperluan perbankan atau administrasi lainnya. Karena jam kerja mereka bersamaan dengan jam pelayanan kantor, maka malam hari menjadi waktu yang paling memungkinkan. Melalui SIMMAMAH, kebutuhan tersebut bisa kami fasilitasi,” jelasnya.
Meski mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, Fahruddin mengakui adanya keterbatasan kuota pencetakan e-KTP dalam setiap pelaksanaan program. Untuk itu, pihak kecamatan memberlakukan pembatasan jumlah pencetakan langsung di lokasi.
“Kami mohon maaf karena kuota harus dibagi dengan desa dan kelurahan lain di Kecamatan Taman. Setiap pelaksanaan kami batasi maksimal 40 keping e-KTP. Jika jumlah pemohon melebihi kuota, pencetakannya tetap kami proses di kantor kecamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungturi H. Arifin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Taman yang telah menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung di desanya. Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor pelayanan pada siang hari.
“Melihat antusiasme warga yang berjubel di pendopo malam ini, jelas bahwa layanan malam hari seperti ini memang sangat dibutuhkan. Kami berterima kasih kepada Pak Sekcam dan seluruh jajaran Kecamatan Taman yang telah turun langsung melayani warga kami,” ujar Arifin usai menyerahkan secara simbolis e-KTP kepada salah satu warga.
Arifin berharap program SIMMAMAH dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara bergiliran di seluruh desa dan kelurahan. Menurutnya, kemudahan akses pelayanan administrasi kependudukan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program SIMMAMAH melibatkan petugas dari berbagai bidang pelayanan kependudukan. Sebagian besar dokumen yang diajukan warga bahkan dapat diselesaikan dan diserahkan langsung pada malam itu, sehingga masyarakat tidak perlu kembali datang ke kantor pelayanan untuk mengambil dokumen yang telah selesai diproses. (rif)
















