Hari jadi
PeristiwaPemerintah

Kemacetan Parah Akibat Antrean Bio Solar, KOMTRAS Minta Pasokan BBM Segera Normal

3
×

Kemacetan Parah Akibat Antrean Bio Solar, KOMTRAS Minta Pasokan BBM Segera Normal

Sebarkan artikel ini
Img 20260625 Wa0099
Ketua KOMTRAS Zainul Fatah berharap PERTAMINA segera menormalkan pasokan Bio Solar karena berdampak pada operasional angkutan barang dan penumpang.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio solar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu kemacetan panjang di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Antrean kendaraan berbahan bakar solar mengular hingga puluhan meter keluar area SPBU dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Selain kemacetan, kondisi tersebut juga berdampak pada operasional kendaraan angkutan barang dan penumpang. Beberapa truk dan bus dilaporkan mengalami mogok di tepi jalan akibat kehabisan bahan bakar saat menunggu pasokan atau mencari SPBU yang masih memiliki stok.

Breaking News

Puncak kepadatan lalu lintas terjadi, Kamis (25/06/2026) pagi. Antrean kendaraan terlihat memenuhi jalur di sepanjang Jalan Raya Surabaya–Krian, mulai dari SPBU di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, hingga SPBU di Jalan Raya Taman, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, yang berada di sebelah Rumah Duka Grand Heaven. Pada jalur sepanjang sekitar 6,5 kilometer tersebut terdapat empat SPBU yang menjadi titik antrean kendaraan.

Kondisi itu dikeluhkan para sopir kendaraan berbahan bakar solar yang harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Akibatnya, aktivitas distribusi barang maupun layanan transportasi ikut terganggu karena jadwal perjalanan menjadi tidak menentu.

Screenshot 20260625 132248 Gallery
Antrian mengular untuk mendapatkan Bio Solar tampak di akses masuk SPBU Kletek Kecamatan Taman.

Ketua Komunitas Trailer Surabaya (KOMTRAS), Zainul Fatah, mengatakan kelangkaan bio solar memberikan dampak langsung terhadap para pengemudi trailer dan kendaraan niaga lainnya. Menurutnya, antrean panjang di SPBU membuat waktu kerja para sopir terbuang dan berpengaruh pada pendapatan harian mereka.

“Kelangkaan Bio Solar ini jelas merugikan kami sebagai sopir trailer. Kami harus antre berjam-jam untuk bisa mengisi solar di SPBU. Tentu ini menyita waktu perjalanan dan mengurangi penghasilan kami karena pendapatan dihitung berdasarkan banyaknya rit perjalanan,” ujar Fatah saat ditemui awak media GELORAJATIM.COM.

Ia menambahkan, para pengemudi kini berada dalam situasi sulit. Di satu sisi mereka harus tetap melanjutkan perjalanan untuk memenuhi target pengiriman barang, namun di sisi lain mereka khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan karena hampir seluruh SPBU mengalami keterbatasan stok Bio Solar.

“Kita mau lanjut perjalanan takut kehabisan karena hampir di semua SPBU terjadi kelangkaan Bio solar. Ada kemungkinan kendaraan mogok berjamaah karena kehabisan bahan bakar. Kalau bertahan antre, tentu mengurangi rit-ritan kami, kalaupun solar sudah tersedia, kita dibatasi hanya bisa mengisi Rp 200 ribu-Rp 400 ribu, beda SPBU beda kebijakan” tegasnya.

Fatah juga menyoroti dampak yang lebih besar terhadap sektor logistik, khususnya kendaraan yang mengangkut barang impor menuju terminal peti kemas internasional. Menurutnya, keterlambatan akibat antrean bahan bakar berpotensi menimbulkan kerugian tambahan.

“Yang repot ketika kami membawa muatan barang impor, ada batasan waktu untuk masuk ke International Container Terminal (ICT). Kalau terlambat masuk, kami bisa dikena klaim, apalagi kalau sampai ketinggalan kapal, kita bisa kena klaim biaya penumpukan” ungkapnya.

Ia berharap pasokan Bio Solar dari PERTAMINA di seluruh SPBU segera kembali normal sehingga para pengemudi trailer, bus, dan kendaraan berbahan bakar Bio Solar lainnya dapat kembali bekerja dengan lancar tanpa terkendala antrean panjang.

Sementara itu, Supervisor di salah satu SPBU di wilayah Kecamatan Taman yang enggan disebut namannya mengatakan,”Kejadian keterlambatan dan kelangkaan BBM Bio Solar tersebut terjadi di akhir Bulan dan menjelang awal Bulan,” ujarnya singkat.

Berikut stock ketersediaan BBM Bio Solar di SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Taman :

Stock BBM Bio Solar di wilayah Taman sbb :

– SPBU Kalijaten Stock BBM Bio Solar Habis dan rencana hari ini akan dikirim BBM Bio Solar sebanyak 8.000 liter.

– SPBU Geluran Stock BBM Bio Solar habis dan menunggu pengiriman hari ini sebanyak 8000 Liter.

– SPBU Kletek stock BBM Bio Solar Habis dan msh mengisi Bio Solar sebanyak 8.000 liter.

– SPBU Raya Taman Desa Bungurasih Stock BBM Bio solar kosong masih menunggu hari ini dikirim sebanyak 16.000 Liter.

– SPBU trosobo Sidorogo Stock BBM Bio solar menipis dan menunggu kiriman hari ini sebanyak 1000 Liter.

– SPBU Tanjungsari Stock BBM Bio Solar menipis dan masih menunggu kiriman sebanyak 8000 Liter.

– SPBU Bringinbendo stock BBM Bio Solar kosong manunggu hari ini kiriman sebanyak 8000 Liter.

– SPBU Gilang stock BBM Bio Solar habis masih menunggu kiriman sebanyak 8000 Liter.

– SPBU Raya Taman stock BBM Bio Solar kosong masih menunggu kiriman sebanyak 16.000 liter. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578