Hari jadi
Pemerintah

ODGJ di Sidoarjo Naik Jadi 5.325 Orang, Wilayah Taman Jadi Penyumbang Terbanyak

14
×

ODGJ di Sidoarjo Naik Jadi 5.325 Orang, Wilayah Taman Jadi Penyumbang Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Img 20230103 Wa0055 1
Petugas dibantu relawan saat melakukan evakuasi terhadap ODGJ di Kabupaten Sidoarjo.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan peningkatan. Hal itu tercermin dari bertambahnya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 5.325 ODGJ telah memperoleh layanan kesehatan jiwa selama tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5.242 orang. Peningkatan ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan mental yang lebih merata dan mudah diakses masyarakat.

Breaking News

Berdasarkan rekapitulasi pelayanan kesehatan, wilayah kerja Puskesmas Taman menjadi kawasan dengan jumlah ODGJ terlayani terbanyak, yakni 413 orang. Selanjutnya disusul wilayah kerja Puskesmas Sidoarjo sebanyak 397 orang dan Puskesmas Waru dengan 342 orang.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoiro, menjelaskan bahwa tingginya jumlah sasaran di sejumlah wilayah dipengaruhi oleh kepadatan penduduk serta kompleksitas persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di kawasan penyangga perkotaan.

“Berdasarkan rekapitulasi pelayanan kesehatan, wilayah kerja Puskesmas Taman menjadi daerah dengan jumlah ODGJ berat terlayani terbanyak, yakni 413 orang. Kemudian disusul Puskesmas Sidoarjo dengan 397 orang dan Puskesmas Waru sebanyak 342 orang,” ujar Rahmi, Selasa (23/06/2026).

Menurut Rahmi, Pemkab Sidoarjo terus melakukan berbagai upaya penguatan layanan kesehatan jiwa, salah satunya melalui integrasi skrining kesehatan mental dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan konsultasi sejak dini sehingga gangguan kesehatan jiwa dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Selain itu, Dinkes Sidoarjo juga menjalankan berbagai strategi lain seperti pemerataan distribusi obat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader kesehatan jiwa, edukasi kepada keluarga pasien, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga lingkungan RT/RW.

“Melalui pemetaan ini kami berharap tidak ada lagi penderita yang terlewat dari layanan kesehatan. Kolaborasi dengan kader, pemerintah desa, hingga lingkungan RT/RW termasuk keluarga sangat penting agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan yang tepat,” tegas Rahmi.

Ia menambahkan, data jumlah ODGJ yang terlayani menjadi dasar penting dalam penyusunan program kesehatan jiwa yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. “Data ini menjadi dasar kami dalam memetakan kebutuhan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya agar setiap sasaran dapat memperoleh akses pengobatan yang berkesinambungan dan layanan yang merata,” pungkasnya.

Dengan penguatan layanan yang berkelanjutan, Pemkab Sidoarjo berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental semakin meningkat dan seluruh warga yang membutuhkan dapat memperoleh pendampingan serta pengobatan secara optimal. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578