Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Aksi penjambretan yang menimpa seorang anak laki-laki di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV kejadian tersebut viral di berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Video yang beredar memperlihatkan dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna hitam beraksi terhadap korban yang sedang berjalan kaki seorang diri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/06/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Desa Gilang Gang Prapat, tepatnya di depan asrama pabrik benang. Saat kejadian, kondisi jalan terlihat sepi sehingga pelaku leluasa menjalankan aksinya tanpa banyak saksi yang mengetahui secara langsung.
Sebelum rekaman CCTV beredar, warga sempat mengira korban menjadi korban tabrak lari. Dugaan itu muncul karena bocah berusia sekitar 8 tahun yang menurut informasi warga Dusun Sambiroto tersebut ditemukan tergeletak di tengah jalan penghubung antara Desa Gilang dan Desa Sambibulu dengan kondisi mengalami luka akibat benturan.
Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap kamera pengawas milik warga sekitar, fakta sebenarnya terungkap. Korban ternyata terjatuh setelah tas punggung yang dikenakannya ditarik secara paksa oleh dua pelaku yang melintas menggunakan sepeda motor.
Dalam rekaman CCTV terlihat korban berjalan di tepi jalan sebelum para pelaku mendekatinya dari belakang. Sesaat kemudian, tas punggung korban ditarik hingga membuat bocah tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh membentur aspal. Setelah berhasil merampas tas korban, kedua pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.
Video aksi penjambretan itu dengan cepat menyebar luas melalui pesan berantai WhatsApp hingga media sosial. Banyak warga yang geram melihat aksi para pelaku yang tega menyasar seorang anak kecil yang tidak berdaya.

Salah satu komentar warga yang ramai diperbincangkan di grup WhatsApp berbunyi, “Perbuatan yang biadab ini, kalau ketangkap dihajar saja.” Komentar tersebut mencerminkan kemarahan masyarakat atas aksi kriminal yang dinilai sangat meresahkan dan tidak manusiawi.
Lucky, warga Desa Gilang, mengaku mengenali sepeda motor yang digunakan pelaku. Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki ciri yang sama dengan motor yang pernah digunakan dalam kasus pengeroyokan di kawasan putar balik Jalan Raya Gilang sekitar satu minggu sebelumnya.
“Sepeda motor itu sepertinya yang dipakai pelaku pengeroyokan di putar balik Jalan Raya Gilang seminggu yang lalu. Saya hapal banget karena saya ikut melerai dengan seorang anggota TNI waktu itu, tapi wajah pelaku penjambretan beda sama wajah pelaku pengeroyokan,” tegas Lucky.
Sementara itu, Nanik yang mengaku mengenal keluarga korban mengatakan bahwa saat kejadian korban baru saja pulang mengaji dan berjalan kaki seorang diri menuju rumahnya.
“Dari rekaman CCTV, saat berjalan tiba-tiba tas punggung yang hanya berisi buku itu ditarik oleh dua pelaku hingga korban terjatuh dan tergeletak. Akibat kejadian itu korban harus mendapat perawatan medis intensif di RS Siti Khodijah Sepanjang,” ungkap Nanik saat dikonfirmasi awak media GELORAJATIM.COM, Selasa (23/06/2026).
Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan, SH, MH membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah menerima informasi melalui hotline Polsek Taman dan Unit Reskrim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar mas ada kejadian penjambretan yang menimpa seorang anak kecil di Desa Gilang Gang Prapat, kami menerima laporan dari nomor hotline Polsek Taman, namun hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang melapor ke Polsek Taman,” ujarnya.
Kapolsek berharap keluarga korban segera membuat laporan resmi agar proses hukum dapat berjalan maksimal. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan mendalami rekaman CCTV untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. (rif)
















