Hari jadi
Pemerintah

Lima Tahun Nol Sampah ke TPA, TPS3R Bringinbendo Minta Dukungan Fasilitas

2
×

Lima Tahun Nol Sampah ke TPA, TPS3R Bringinbendo Minta Dukungan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
20260710 174951
Hanggar TPS3R Desa Bringinbendo yang terbatas dan mulai rusak menjadi salah satu kebutuhan prioritas untuk ditingkatkan.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah ternyata mampu dijawab secara mandiri oleh Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), seluruh sampah rumah tangga warga berhasil dikelola di tingkat desa tanpa harus dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Keberhasilan tersebut telah berlangsung sejak TPS3R mulai beroperasi pada 2021. Meski demikian, pengelola mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang dinilai menghambat optimalisasi pelayanan serta pengembangan pengolahan sampah bernilai ekonomi.

Breaking News

Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudhistira, mengatakan TPS3R setiap hari menerima sekitar lima hingga tujuh ton sampah dari masyarakat. Seluruh proses pengolahan masih dilakukan secara manual karena belum didukung peralatan modern. “Kami sebenarnya berharap kepada Pemerintah Kabupaten, pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat bisa memberikan bantuan kepada TPS3R di desa kami. Kami sudah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri, tinggal bagaimana fasilitasnya bisa ditingkatkan,” ujar Ivan, Senin (13/07/2026).

Ivan menjelaskan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perluasan bangunan TPS3R yang hanya berukuran 12 x 10 meter. Selain itu, pihaknya membutuhkan tambahan armada roda tiga untuk pengangkutan sampah karena armada yang ada merupakan kendaraan bekas dan kerap mengalami kerusakan.

Menurutnya, TPS3R juga memerlukan bantuan konveyor, mesin pemilah, mesin pencacah, mesin pengolah kompos, hingga pelatihan bagi petugas agar pengelolaan sampah semakin profesional. “Kami ingin belajar bagaimana sampah memiliki nilai ekonomi. Di Bali sudah ada teknologi yang mengolah sampah plastik menjadi meja, paving, dan berbagai produk lainnya. Itu yang ingin kami kembangkan di Bringinbendo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bringinbendo, H. Soleh Dwi Cahyono, menegaskan keberhasilan TPS3R menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis desa mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

Selama lima tahun terakhir, seluruh sampah warga berhasil diselesaikan di tingkat desa tanpa meninggalkan beban bagi TPA Griyo Mulyo. “Selama lima tahun ini sampah dari Desa Bringinbendo tidak pernah dikirim ke TPA. Semua dikelola sendiri di TPS3R. Ini menjadi bukti bahwa desa mampu mandiri dalam mengelola sampah apabila didukung komitmen dan partisipasi masyarakat,” tegas Soleh.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan dukungan berupa peningkatan fasilitas, peralatan, maupun penguatan sumber daya manusia.

Dengan dukungan tersebut, TPS3R Bringinbendo diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah desa, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengolahan sampah yang mampu menghasilkan nilai ekonomi untuk meningkatkan PADes sekaligus menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Sidoarjo. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578