Hari jadi
Pemerintah

DPRD Sidoarjo Soroti Dugaan Bocornya Razia Krengseng, Minta Operasi Pekat Dievaluasi

7
×

DPRD Sidoarjo Soroti Dugaan Bocornya Razia Krengseng, Minta Operasi Pekat Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Img 20260712 Wa0109
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Polemik dugaan bocornya informasi operasi penyakit masyarakat (pekat) di kawasan lokalisasi Krengseng, Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, mendapat perhatian dari Komisi C DPRD Sidoarjo. Dewan menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar operasi serupa di masa mendatang berjalan lebih efektif dan tidak lagi didahului kebocoran informasi.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, M Abud Asyrofi, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Forkopimda yang turun langsung melakukan penertiban sebagai respons atas keresahan masyarakat. Menurutnya, operasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan penyebaran HIV/AIDS yang hingga kini masih menjadi persoalan di Kabupaten Sidoarjo.

Breaking News

“Yang pertama tetap kami sampaikan apresiasi untuk Forkopimda. Tepat bertindak karena keluhan-keluhan masyarakat. Ini sangat positif dan sangat bagus. Artinya Forkopimda hadir. Dengan data yang kita punya, kasus HIV di Sidoarjo masih tinggi. Ini peran pemerintah daerah yang luar biasa dan patut kita apresiasi,” kata M Abud Asyrofi, Minggu (12/07/2026).

Meski memberikan apresiasi, Abud mengakui dugaan kebocoran informasi saat razia harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat perlu melakukan introspeksi dan memperkuat koordinasi agar operasi penertiban berikutnya mampu mencapai sasaran yang diharapkan.

“Ini menjadi atensi bersama. Kita tidak pernah bisa membangun hanya dengan satu OPD atau satu perangkat saja. Semua lini harus bekerja sama membangun hal-hal yang positif. Kita tidak bisa berjalan sendiri, semuanya harus berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Politisi PKB tersebut juga menegaskan bahwa penanganan kawasan yang disinyalir menjadi lokasi praktik prostitusi tidak cukup hanya melalui razia sesaat. Pemerintah diminta menyusun langkah pembinaan yang berkelanjutan agar persoalan sosial yang terjadi dapat ditangani secara menyeluruh.

“Langkah kecil apa pun harus kita apresiasi. Tapi harapan kita tidak berhenti sampai di sini. Harus kontinue, harus ada perbaikan-perbaikan, bukan hanya sekadar hadir, tetapi juga ada bimbingan berkelanjutan,” tegasnya.

Abud menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pekat menjadi langkah penting untuk menutup setiap celah yang berpotensi menghambat keberhasilan penertiban di lapangan. “Kita harapkan memang perlu adanya evaluasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo bersama tim gabungan menggelar operasi pencegahan penyebaran HIV/AIDS pada Sabtu (11/07/2026) malam di tiga lokasi, yakni kawasan warung remang-remang Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, lokalisasi Krengseng di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, serta warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

Dalam operasi tersebut, petugas tidak menemukan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Krengseng maupun Tanjek Wagir. Di lokasi hanya ditemukan bilik-bilik kamar, alat kontrasepsi, serta beberapa orang yang diduga dalam kondisi mabuk. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi razia sehingga para penghuni dan PSK diduga telah meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578