Hari jadi
ReligiHukum

Ratusan Jamaah Padati Makam Mbah Dirjo, Dzikir Kubro Jadi Simbol Perlawanan atas Perusakan Situs Ulama

99
×

Ratusan Jamaah Padati Makam Mbah Dirjo, Dzikir Kubro Jadi Simbol Perlawanan atas Perusakan Situs Ulama

Sebarkan artikel ini
20260430 192850 Scaled
Warga melaksanakan Dzikir Kubro sebagai Simbol perlawanan atas perusakan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Suasana khidmat menyelimuti area makam keramat Mbah Dirjo Joyo Ulomo yang ada di komplek Pasar Sepanjang, Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Kamis malam (30/04/2026). Ratusan warga dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk mengikuti Dzikir Kubro sebagai bentuk doa bersama sekaligus ikhtiar menjaga warisan spiritual ulama Nusantara, pasca insiden perusakan makam yang sempat memantik keprihatinan luas di tengah masyarakat.

Sebelum dzikir dimulai, warga terlebih dahulu membersihkan area makam dari bongkahan reruntuhan tembok bekas aksi vandalisme dan melakukan penggantian batu nisan baru di makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo. Prosesi ini menjadi simbol kebangkitan semangat masyarakat dalam merawat jejak sejarah ulama, setelah nisan sebelumnya dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Dengan penuh gotong royong, warga menegaskan bahwa situs religi tersebut bukan sekadar makam, melainkan bagian dari identitas spiritual yang harus dijaga bersama.

Breaking News

Dzikir Kubro malam itu dipimpin langsung oleh Choirul Ambiya’ yang akrab dipanggil Gus Ambiya’. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan warga lahir dari kecintaan tulus kepada ulama dan dorongan moral untuk menjaga marwah leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai ke-Islaman di kawasan Wonocolo dan sekitarnya.

Screenshot 20260501 051743 Gallery
Warga secara gotong royong membersihkan serta memasangkan kembali nisan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo.

“Dzikir Kubro ini menjadi langkah awal untuk meneruskan estafet sejarah para ulama Nusantara. Kita wajib menghormati para sesepuh yang telah menanamkan nilai agama dan perjuangan di tanah ini. Apa yang kita lakukan malam ini murni panggilan hati untuk menjaga kehormatan ulama,” ujar Gus Ambiya’.

Menurutnya, Mbah Dirjo Joyo Ulomo dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam amaliyah spiritual, khususnya dalam mengamalkan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Karena itu, pelaksanaan Dzikir Kubro juga menjadi momentum mengenang perjuangan para wali dan ulama yang telah membangun fondasi dakwah Islam di Nusantara.

Gus Ambiya’ juga menyoroti perusakan makam sebagai tindakan yang melukai batin umat. Ia berharap proses hukum berjalan tegas agar pelaku segera diproses sesuai aturan yang berlaku, sekaligus menjadi peringatan agar situs-situs religi bersejarah tidak kembali menjadi sasaran vandalisme.

“Kami serahkan langkah hukum kepada masyarakat yang cinta ulama. Negara harus hadir memberi keadilan. Merusak makam ulama bukan hanya merusak fisik bangunan, tapi juga melukai sisi psikologis dan spiritual umat yang menghormatinya,” tegasnya.

Di sisi lain, pembangunan kembali area makam akan digerakkan melalui swadaya masyarakat. Warga secara gotong royong menggalang donasi dari rumah ke rumah untuk mendukung renovasi kawasan makam agar lebih layak bagi para peziarah. Semangat kebersamaan yang tumbuh dari masyarakat ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap ulama tetap hidup dan akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578