Pemerintah

Jelang Pilkades Serentak 2026, Lima Desa di Sidoarjo Masuk Zona Rawan

453
×

Jelang Pilkades Serentak 2026, Lima Desa di Sidoarjo Masuk Zona Rawan

Sebarkan artikel ini
File 00000000F48C720Ba0E737Af94F14722
(Gambar ilustrasi)
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Menjelang pesta demokrasi di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang bisa muncul dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Upaya ini dilakukan demi memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo pun telah memetakan sejumlah desa yang masuk kategori rawan. Setidaknya terdapat lima desa yang mendapat perhatian khusus, baik karena persoalan administrasi maupun potensi konflik antar pendukung calon kepala desa.

Breaking News

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa PMD Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari, mengatakan pemetaan tersebut merupakan langkah antisipasi dini agar pelaksanaan Pilkades tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Ada pemetaan wilayah rawan sebagai upaya pencegahan sejak awal,” ujarnya ke GELORAJATIM.COM, Senin (30/03/2026).

Adapun desa yang masuk dalam pemetaan antara lain Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Desa Sidokerto Kecamatan Buduran, Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Desa Trompoasri Kecamatan Jabon, serta Desa Damarsi Kecamatan Buduran. Masing-masing desa memiliki tingkat kerawanan yang berbeda berdasarkan hasil evaluasi.

Hernita menjelaskan, kerawanan tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yakni administrasi dan persaingan antar calon. Untuk aspek administrasi, Desa Pepelegi dan Sidokerto memiliki riwayat pengaduan, sedangkan Desa Ketapang dinilai rawan karena banyak warganya berdomisili di luar desa. “Kerawanan administrasi ini karena pernah ada pengaduan, seperti di Pepelegi dan Sidokerto. Sementara Ketapang, karena banyak warganya tinggal di luar desa,” jelasnya.

Sementara itu, potensi gesekan antar pendukung calon terdeteksi di Desa Trompoasri dan Desa Damarsi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PMD Sidoarjo melakukan pendampingan intensif kepada panitia Pilkades di tingkat desa, sekaligus membuka ruang komunikasi aktif. “Kami mendampingi panitia agar tertib tahapan dan administrasi, serta aktif berkomunikasi jika ada gesekan antar pendukung calon,” tegas Hernita.

Diketahui, Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo akan diikuti sebanyak 80 desa. Dengan adanya pemetaan wilayah rawan ini, diharapkan seluruh proses demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung lancar, aman, dan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578