Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Ratusan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo memadati pendopo desa pada Rabu (20/05/2026) malam. Mereka datang untuk memanfaatkan layanan administrasi kependudukan melalui program SIMMAMAH (Siap Melayani Masyarakat Malam Hari) yang digagas Kecamatan Taman. Program tersebut menjadi solusi bagi warga yang tidak sempat mengurus dokumen pada jam kerja karena kesibukan sehari-hari.
Sejak pukul 18.00 WIB, antrean warga sudah terlihat memenuhi halaman balai desa. Warga rela mengantre demi mendapatkan pelayanan berbagai dokumen kependudukan mulai dari perekaman e-KTP pemula, pembaruan Kartu Keluarga (KK), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Suasana pelayanan tampak ramai namun tetap tertib. Petugas pelayanan dari Kecamatan Taman bersama perangkat desa terlihat sigap melayani warga yang datang silih berganti. Kehadiran layanan malam hari tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai lebih fleksibel dan memudahkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sidodadi Hj. Muda’ah bersama perangkat desa serta staf pelayanan Kecamatan Taman. Mereka memantau langsung jalannya pelayanan administrasi kependudukan yang berlangsung hingga malam hari.
Program SIMMAMAH sendiri sejatinya telah diluncurkan sejak Agustus 2022. Namun, layanan tersebut sempat dihentikan pada Desember 2025 akibat keterbatasan blangko e-KTP. Setelah pasokan kembali tersedia, program ini kembali diaktifkan mulai April 2026 untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, keterbatasan blangko e-KTP masih menjadi kendala utama. Banyak warga yang datang untuk mengganti e-KTP rusak atau buram terpaksa pulang dengan kecewa lantaran kuota blangko yang tersedia sangat terbatas.
Kepala Desa Sidodadi Hj. Muda’ah mengatakan program SIMMAMAH memang sangat dinantikan masyarakat. Menurutnya, layanan malam hari menjadi solusi bagi warga yang bekerja sejak pagi hingga sore hari dan kesulitan mengurus administrasi ke kantor kecamatan.
“Program ini memang yang ditunggu warga karena ketika pagi hingga sore mereka sibuk bekerja, atau juga jarak ke kantor kecamatan yang mungkin bagi mereka jauh. Semoga program SIMMAMAH ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Salah satu warga, M. Mujib Ridwan mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut. Ia datang untuk memperbarui e-KTP miliknya yang sudah buram dan selama ini kerap menjadi kendala saat mengurus keperluan di bank.
Sementara itu, salah satu staf Kecamatan Taman menjelaskan bahwa keterbatasan kuota blangko berasal dari minimnya pasokan dari Dispendukcapil Sidoarjo. “Untuk layanan SIMMAMAH kami hanya bisa memberikan kuota 40 keping, sementara jatah blangko per minggu hanya 500 keping. Itu jelas masih sangat kurang karena kami harus melayani warga dari 24 desa dan kelurahan, baik untuk e-KTP pemula maupun penggantian e-KTP rusak, kami mohon maaf” ungkapnya. (rif)
















