Para ahli waris di lokasi eks tanah gogol
SIDOARJO, gelorajatim.com/ – Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris petani gogol gilir memprotes tindakan yang dilakukan pihak pemerintah desa Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo lantaran menilai seenaknya melakukan pemasangan papan aset desa di eks tanah gogol tanpa pemberitahuan.
Tanah seluas 1400 M2 tersebut, penguasaan dan penggunaannya selama ini dikelola oleh pihak ahli waris petani gogol, namun tiba – tiba diklaim aset milik desa Sedati agung. Disana juga terpampang sebuah banner pelarangan menempati tanah aset tanpa izin pihak desa.

Dituturkan oleh Mansyur, pengurus dan pengelola tanah tersebut, saya mendapat informasi bahwa ada pemasangan papan aset desa, dan saya kaget karena memang tidak dikomunikasikan dahulu. Tentunya saya ya kecewa dengan Pemdes Sedati Agung, kenapa tidak koordinasi dulu dengan kita,” ucapnya
Permasalahan ini harus diluruskan, memasang papan tanpa pemberitahuan kepada pengurus, padahal selama ini desa juga tidak pernah terlibat termasuk masalah penghasilan, karena sesuai dengan tujuan bapak-bapak kita dulu, tanah ini agar dimanfaatkan untuk kesejahteraan pedukuhan.
”Jadi pengelolaan dan penggunaan bersama hasilnya diantaranya untuk keperluan pendukuhan, kesejahteraan pendukuan, ada yang untuk Masjid, Mushola, TK/PAUD, dan makam,”ungkapnya
Diceritakan oleh Mansyur, kalau tanah ini dulunya merupakan tanah sawah yang digarap 22 orang dengan sistem bergantian atau bergilir, karena sering banjir dan banyak hama, tanah tidak menghasilkan dan kurang bermanfaat, sehingga ketika ada progam Prona, bapak – bapak kami sepakat membuat sertifikat berdasarkan surat kerjanya masing- masing,”tutupnya
Camat Sedati, Abu Dardak saat dilokasi mengatakan, akan menjembatani permasalahan tersebut dengan segera menggelar mediasi, memanggil kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik, sehingga tidak ada yang dirugikan, silahkan nanti bawa bukti- bukti,” ucap singkatnya
Sementara itu, Haryono kepala desa Sedati Agung saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menjawab ”ngapunten Kulo ten embong lagi nyetir mas macet ( maaf saya masih berada dijalan sedang menyetir dan terjebak macet ). ketika dihubungi kembali beberapa jam kemudian, berdering namun tidak diangkat.
Reporter: teguh w
















