HUTRI
Hukum

Panen 73 Kg Kangkung, Lapas Surabaya Beri Premi dan Bekali Warga Binaan Keterampilan

3
×

Panen 73 Kg Kangkung, Lapas Surabaya Beri Premi dan Bekali Warga Binaan Keterampilan

Sebarkan artikel ini
Img 20261019 Wa0066
Kasi Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas I Surabaya, Suprianto (Batik merah), membagikan premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja dan produksi pertanian di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebagai bentuk apresiasi atas produktivitas dan kontribusi mereka dalam mendukung program pembinaan kemandirian.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Program pembinaan kemandirian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya terus menunjukkan hasil nyata. Melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), kegiatan pertanian produktif berhasil menghasilkan 73 kilogram kangkung yang siap dipasarkan, Jumat (16/10/2026).

Hasil panen yang merupakan akumulasi produksi selama satu minggu terakhir tersebut selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi pesanan yang telah masuk serta memasok kebutuhan sayuran di Pasar Porong. Capaian ini menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

Breaking News

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa pertanian di lahan SAE merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang bermanfaat sebagai modal untuk menjalani kehidupan setelah bebas nanti.

“Kami terus mendorong agar program pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, serta semangat untuk menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” ujar Sohibur Rachman, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian, mulai dari perawatan tanaman hingga proses pemanenan, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pekerja keras, disiplin, dan bertanggung jawab. Pemanfaatan lahan SAE secara optimal juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program pembinaan sekaligus memberikan manfaat nyata melalui hasil produksi yang dapat dipasarkan.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Hasil Kerja, Suprianto, menjelaskan bahwa total 73 kilogram kangkung yang berhasil dipanen merupakan hasil produksi selama sepekan. Seluruh hasil panen tersebut diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar sehingga hasil kerja warga binaan dapat terserap dengan baik.

“Hasil panen kangkung ini merupakan akumulasi selama satu minggu terakhir dengan total 73 kilogram. Selanjutnya, hasil panen akan kami gunakan untuk memenuhi pesanan yang sudah masuk dan didistribusikan ke Pasar Porong. Dengan demikian, hasil pertanian dari lahan SAE dapat terserap dengan baik dan kegiatan produksi bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” jelas Suprianto.

Usai kegiatan panen, agenda dilanjutkan dengan pembagian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja dan produksi. Pemberian premi tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan produktivitas mereka dalam mendukung kegiatan pertanian di lahan SAE. Selain menjadi penghargaan atas hasil kerja, pemberian premi juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan dan bekerja secara optimal.

Melalui kegiatan panen kangkung dan pembagian premi ini, Lapas Kelas I Surabaya berupaya mengintegrasikan pembinaan keterampilan dengan produktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi. Keberhasilan memanen 73 kilogram kangkung dalam satu minggu menjadi dorongan untuk meningkatkan hasil pertanian, memperluas pemasaran, serta menjaga keberlanjutan kegiatan produksi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578