Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Warga Dusun Wonogiri, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di area persawahan, Minggu (03/05/2026) siang. Jasad pria yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau gelandangan itu ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di bawah pohon pisang.
Penemuan mayat tersebut bermula saat tiga warga setempat yang sedang melaksanakan kerja bakti membersihkan area makam dusun menerima informasi dari seorang pencari rumput. Informasi itu menyebutkan adanya sesosok tubuh tergeletak di area sawah. Ketiga saksi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati seorang pria telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Prambon. Tak berselang lama, anggota kepolisian bersama Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi jasad korban ke RS Pusdik Gasum Porong guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Prambon AKP Sugiono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan di tubuh korban. Saat ini identitas korban masih dalam penyelidikan dan jenazah masih berada di ruang mayat RS Pusdik Gasum Porong,” ujar AKP Sugiono, Senin (04/05/2026).
Ia menjelaskan, kondisi jasad diperkirakan sudah meninggal sekitar lima hingga enam hari sebelum ditemukan. “Kondisi mayat sudah membusuk, terdapat banyak belatung, dan pada kaki kanan ditemukan luka borok yang dibungkus plastik. Kami juga mengamankan sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi, di antaranya sehelai sarung hijau kotak-kotak, sepasang sandal jepit hijau, makanan ringan yang sudah busuk, celana pendek hijau, serta kaos merah,” jelasnya.
AKP Sugiono menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih menunggu proses observasi selama 2×24 jam untuk membuka kemungkinan adanya keluarga yang mengenali ciri-ciri korban. “Jenazah sementara disimpan di RS Pusdik Gasum Porong. Jika dalam waktu yang ditentukan belum ada pihak keluarga yang datang, maka akan dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses identifikasi,” pungkasnya. (rif)
















