Hari jadi
PemerintahPeristiwa

Ledakan di PT GWS Janti Waru, Bupati Subandi Pastikan Korban Tertangani BPJS

294
×

Ledakan di PT GWS Janti Waru, Bupati Subandi Pastikan Korban Tertangani BPJS

Sebarkan artikel ini
Img 20260409 Wa0097
Pastikan penangangan korban ledakan berjalan optimal, Bupati H. Subandi sidak PT GWS Desa Janti Kec. Waru Kab. Sidoarjo
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Peristiwa ledakan hebat yang terjadi di kawasan industri Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, menyisakan duka sekaligus perhatian serius dari pemerintah daerah. Insiden di PT Great Wall Steel (GWS) tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga berdampak pada kerusakan rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (09/04/2026), untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa seluruh korban, baik pekerja maupun warga terdampak, telah mendapatkan perlindungan melalui program BPJS.

Breaking News

“Alhamdulillah semuanya sudah mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, kurang lebih 600 pegawainya. Penanganan sudah bagus, BPJS sudah semuanya,” ujar Subandi.

Ledakan tersebut diduga berasal dari aktivitas pemotongan atau penghancuran tabung besi bekas yang kemudian memicu tekanan hingga terjadi ledakan. Dampaknya, serpihan logam terlontar hingga ratusan meter dan mengenai permukiman warga di tiga desa, yakni Wedoro, Janti, dan Kedungrejo. Sebanyak 11 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Menurut Subandi, peristiwa ini murni merupakan musibah yang tidak diharapkan. Ia menjelaskan bahwa korban meninggal dunia terjadi akibat tertimpa puing-puing material yang terpental saat ledakan terjadi.

“Kejadian itu ada tabung yang di blender, lalu meledak. Yang meninggal itu karena jatuhan puing-puing. Serpihan juga sampai ke luar, mengenai rumah warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Sidoarjo memastikan seluruh kebutuhan korban telah tertangani, baik dari sisi medis maupun bantuan lainnya. Korban luka dan warga yang mengalami trauma juga telah mendapatkan penanganan melalui layanan BPJS serta dukungan dari pihak perusahaan.

“Yang sakit juga sudah diurusi semuanya, BPJS sudah bekerja, pihak perusahaan juga sudah memberikan santunan,” imbuhnya.

Meski izin operasional perusahaan dinyatakan lengkap, Subandi tetap menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perlindungan tenaga kerja. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja untuk lebih aktif memastikan seluruh perusahaan mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita sudah mengimbau, perusahaan harus semuanya ikut BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga kerja ya harus dilindungi, perusahaannya harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar program perlindungan yang telah disiapkan pemerintah tidak diabaikan oleh perusahaan. Menurutnya, keberadaan BPJS menjadi krusial sebagai jaminan ketika terjadi peristiwa tak terduga.

“Jangan sampai nanti program pemerintah diabaikan, kalau kejadian seperti ini yang disalahkan pemerintah. Tugas kita mengawal program ini supaya benar-benar bermanfaat bagi tenaga kerja,” tambahnya.

Dalam insiden tersebut, satu korban meninggal dunia diketahui berasal dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara itu, satu korban mengalami luka ringan dan tiga lainnya mengalami syok. Subandi pun berharap seluruh korban yang masih dalam perawatan dapat segera pulih.

“Yang meninggal mudah-mudahan Husnul Khotimah, yang sakit semoga segera diberikan kesembuhan,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578