Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Upaya pemberantasan peredaran narkotika hingga ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali mendapat sorotan positif. Lapas Kelas I Surabaya menerima penghargaan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri atas kontribusinya dalam mendukung pengungkapan kasus tindak pidana narkotika.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Kamis (26/02/2026) di Ruang Rapat Dittipidnarkoba, Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta. Momen itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi atas sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan narkoba.
Acara diawali dengan seremoni pemberian penghargaan kepada sejumlah instansi yang dinilai aktif membantu proses penegakan hukum di bidang narkotika. Suasana Ramadan yang penuh kehangatan turut mempererat hubungan kelembagaan antarinstansi yang selama ini bersinergi.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kepala KPLP Anak Agung Gde Joni Purnama Putera dan lima staf KPLP lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen kuat dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Partisipasi aktif jajaran Lapas Porong Sidoarjo dalam mendukung pengungkapan kasus narkotika dinilai sebagai wujud nyata keseriusan lembaga pemasyarakatan dalam menjaga integritas institusi. Dukungan tersebut mencakup pertukaran informasi, peningkatan pengawasan, hingga koordinasi intensif dengan aparat kepolisian.
Kalapas Sohibur Rachman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan dorongan moral untuk terus meningkatkan kinerja pengawasan di dalam lapas.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya dalam memerangi peredaran narkoba,” ujar Sohibur saat dikonfirmasi, Jumat (27/02/2026).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Pengawasan internal, kata dia, harus berjalan beriringan dengan dukungan eksternal dari aparat penegak hukum.
“Sinergi yang solid adalah kunci menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
Melalui momentum tersebut, kolaborasi antara Polri dan jajaran pemasyarakatan diharapkan semakin kokoh dan berkelanjutan. Lapas Kelas I Surabaya pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, serta bebas dari peredaran narkotika. (rif)
















