HUTRI
Peristiwa

Kamar Santri Ponpes Gerbang Iman Wonoayu dan Pabrik Tahu Krian di Amuk Si Jago Merah, Penyebab Masih Dalam Penyelidikan

16
×

Kamar Santri Ponpes Gerbang Iman Wonoayu dan Pabrik Tahu Krian di Amuk Si Jago Merah, Penyebab Masih Dalam Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
20261015 111343
Api membakar area pabrik tahu di Desa Tropodo Krian, Rabu (14/10/2026). Untuk penyebab dan kerugian materiil masih belum dipastikan. (Foto ist)
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026) malam. Insiden tersebut melanda kamar santri di Pondok Pesantren Gerbang Iman, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, serta sebuah pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Petugas pemadam kebakaran (PMK) diterjunkan ke kedua lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas.

Kebakaran pertama terjadi di Pondok Pesantren Gerbang Iman, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu. Objek yang terbakar merupakan kamar santri di bangunan milik Moch. Sholeh. Berdasarkan laporan yang diterima petugas, informasi kebakaran tersebut disampaikan oleh Siti Nur pada pukul 18.34 WIB.

Breaking News

Bangunan pondok pesantren tersebut memiliki luas sekitar 15 x 35 meter, sedangkan area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5 x 5 meter. Petugas PMK segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak menjalar ke bagian bangunan lainnya, terutama area yang digunakan para santri untuk beraktivitas dan beristirahat.

Humas BPBD Kabupaten Sidoarjo, Moch. Faexlazim, menjelaskan bahwa laporan kebakaran di Pondok Pesantren Gerbang Iman diterima petugas pada Rabu malam.

“Petugas menerima laporan pada pukul 18.34 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, personel pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian,” ujar Faex.

20261015 111431
Kamar santri seluas 5×5 meter di Pondok Pesantren Gerbang Iman, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Rabu (14/10/2026), habis dilalap api.

Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri atas dua unit dari PMK Pos Damkar Krian dan satu unit dari PMK Pos Damkar Sukodono. Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus memastikan kondisi di sekitar kamar santri aman dari potensi penjalaran kebakaran.

Faex menyampaikan bahwa proses pemadaman di Pondok Pesantren Gerbang Iman selesai pada pukul 19.10 WIB. “Pemadaman berhasil diselesaikan sekitar pukul 19.10 WIB. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 5 x 5 meter, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui,” jelasnya.

Berdasarkan data awal yang dihimpun, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, nilai kerugian material masih belum diketahui. Petugas belum dapat memastikan penyebab munculnya api sehingga diperlukan informasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber kebakaran secara pasti.

Sementara itu, peristiwa kebakaran kedua terjadi di sebuah pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Objek yang terbakar meliputi tahu dan bahan kayu jati yang berada di area pabrik milik H. Abd. Khofar. Laporan kejadian tersebut diterima petugas pada pukul 18.38 WIB, hanya berselang beberapa menit dari laporan kebakaran di pondok pesantren.

Area pabrik tahu yang terdampak kebakaran diperkirakan memiliki luas sekitar 10 x 30 meter. Api membakar area tersebut sehingga petugas harus melakukan penanganan secara intensif untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah dampaknya meluas ke bagian lain di sekitar lokasi usaha.

Menurut Moch. Faexlazim, petugas kembali mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani insiden di Desa Tropodo.

“Untuk kebakaran pabrik tahu di wilayah Krian, kami mengerahkan dua unit PMK Pos Damkar Krian dan satu unit PMK Pos Damkar Sukodono guna melakukan pemadaman,” ungkap Faexlazim.

Petugas melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Penanganan di lokasi pabrik tahu tersebut berlangsung lebih lama dibandingkan kebakaran di pondok pesantren. Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 20.30 WIB setelah petugas melakukan penanganan terhadap area yang terbakar.

Faex menambahkan bahwa penyebab kebakaran pabrik tahu tersebut hingga kini belum diketahui. “Objek yang terbakar meliputi tahu dan bahan kayu jati, dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar 10 x 30 meter. Untuk penyebab kebakaran maupun nilai kerugian material, masih belum dapat dipastikan,” terangnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kebakaran pabrik tahu di Desa Tropodo tersebut. Meski demikian, dampak kerugian material masih dalam pendataan. Dua kejadian kebakaran yang berlangsung pada malam yang sama ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan pondok pesantren maupun tempat usaha.

Moch. Faexlazim mengimbau masyarakat, pengelola pondok pesantren, serta pemilik tempat usaha agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, hindari penggunaan peralatan yang berpotensi memicu api secara sembarangan, serta sediakan alat pemadam api ringan apabila memungkinkan. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam kebakaran dan jangan melakukan penanganan sendiri apabila api sudah membesar,” imbaunya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578