Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar dalam beberapa hari terakhir memicu kepanikan di kalangan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Informasi yang belum jelas kebenarannya tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi sejumlah SPBU untuk mengisi bahan bakar, khawatir harga akan naik dalam waktu dekat.
Pantauan di lapangan, Selasa (32/03/2026), antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa SPBU sejak pagi hingga sore hari. Baik pengendara roda dua, roda empat bahkan truk-truk rela menunggu cukup lama demi mendapatkan BBM dengan harga yang masih berlaku saat ini. Kondisi ini bahkan menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar area SPBU.
Salah satu warga, Sentot, mengaku sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Namun, saat tiba di lokasi, dirinya justru mendapati antrean sudah mengular. “Saya dengar kabar BBM mau naik, jadi langsung isi penuh. Ternyata banyak yang punya pikiran sama, jadi tetap harus antre lama,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Hariaji, yang mengaku cemas jika benar terjadi kenaikan harga dalam waktu dekat. Ia memilih mengisi bahan bakar lebih banyak dari biasanya sebagai langkah antisipasi. “Kalau memang naik, setidaknya saya sudah siap. Tapi kalau cuma isu, ya ini jadi bikin panik saja,” katanya.
Sementara itu, Mudhofir menilai kondisi ini terjadi akibat kurangnya informasi resmi yang cepat diterima masyarakat. Menurutnya, isu yang belum tentu benar bisa memicu kepanikan massal seperti yang terjadi saat ini. “Harusnya ada penjelasan resmi yang cepat, supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas,” ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM. Meski demikian, aparat dan pihak terkait diimbau untuk segera memberikan klarifikasi agar situasi di lapangan tidak semakin memanas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa kepanikan berlebih. (rif)
















