PASURUAN, GELORAJATIM – Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grati dan Kecamatan Nguling, bersatu padu dengan Pengawas Madrasah wilayah setempat. Mereka menggelar apel bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan lancar ini dipusatkan di halaman Kantor KUA Pusaka Kecamatan Grati, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seluruh peserta upacara tampak kompak mengenakan seragam Korpri lengkap.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala KUA Pusaka Kecamatan Grati sekaligus Plt. Kepala KUA Pusaka Kecamatan Nguling, H. Akhmad Jamaluddin Khoir, S.Ag., M.Pd.I.
Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam amanatnya, H. Akhmad Jamaluddin Khoir mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena dapat memperingati momen bersejarah ini dalam keadaan sehat walafiat. Ia juga menekankan pentingnya memaknai tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, yaitu “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Apa peran kita sebagai ASN KUA dan Pengawas Madrasah? Ada tiga hal utama yang harus kita implementasikan langsung di masyarakat,” ujar Jamaluddin dalam pidatonya.
Tiga poin penting yang ditekankan oleh Pembina Upacara meliputi:
Melayani dengan Hati: ASN diminta untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengurus pernikahan, administrasi wakaf, maupun bimbingan keagamaan. “Jangan mempersulit masyarakat. Senyum ramah kita dalam pelayanan adalah wajah asli Pancasila,” tegasnya.
Menjaga Toleransi: Perbedaan latar belakang atau agama tidak boleh menjadi sekat dalam pelayanan. KUA berkomitmen memberikan pelayanan yang adil dan sama rata kepada semua warga negara.
Menjadi Teladan Masyarakat: ASN KUA harus hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat, bukan penyulut konflik. Jamaluddin mengimbau jajarannya untuk aktif menghentikan penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian.
Keluarga Sebagai Benteng Pertama Pancasila
Lebih lanjut, Jamaluddin mengingatkan bahwa tugas KUA memiliki dimensi sakral yang berdampak besar bagi ketahanan negara.
“Ingat, akta nikah yang kita tanda tangani itu bukan cuma selembar kertas. Itu adalah ikrar bahwa keluarga yang dibangun adalah benteng pertama Pancasila. Kalau keluarga rukun, kampung akan kuat. Kalau kampung kuat, maka negara akan hebat,” tambahnya memotivasi peserta apel.
Ia mengajak seluruh jajaran KUA Grati dan Nguling untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa KUA hadir tidak sekadar mencatat pernikahan, melainkan juga ikut menjaga keutuhan bangsa dengan mengamalkan Pancasila mulai dari meja kerja masing-masing.
“Dirgahayu Pancasila. Pancasila di hati, Indonesia di dada!” serunya menutup amanat.
Komitmen Nyata KUA Pusaka
Usai pelaksanaan apel yang berjalan dengan penuh khidmat tersebut, H. Akhmad Jamaluddin Khoir memberikan penjelasan tambahan kepada awak media Gelorajatim.com.
Ia menegaskan bahwa apel gabungan ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen nyata dari KUA Pusaka di wilayah Grati dan Nguling untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kedinasan yang berbasis pada nilai-nilai luhur dasar negara.
(Wan/Ji)















