SURABAYA — Gedung Wanita Cakra Kencana, Pucang Sewu pada tanggal 13 Mei 2024 tampak lebih hidup dari biasanya, di tengah suasana semangat dan antusiasme yang terpancar dari para perempuan peserta pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program yang diprakarsai oleh Tim Abdimas dari Pusat Studi Ekonomi dan Sosial (PSES) UPN Veteran Jatim: Kustini, Dyva Claretta, Kiki Asmara dan Syarif Hidayat.
Program pelatihan ini menyasar ibu-ibu pra-sejahtera dengan tujuan meningkatkan pendapatan per-keluarga melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para ibu-ibu untuk tidak hanya belajar, tetapi juga untuk bermimpi dan berani mewujudkan ide-ide wirausaha mereka.
Motivasi Wirausaha: Menumbuhkan Keberanian dan Kreativitas
“Motivasi adalah kunci,” ujar Kustini, salah satu pemateri dari PSES UPN Veteran Jatim dalam sesi pembukaan. Kegiatan ini dimulai dengan berbagai materi yang dirancang untuk menumbuhkan keberanian dan kreativitas para peserta. Melalui kisah-kisah inspiratif dari wirausahawan sukses dan berbagai kegiatan interaktif, yang dijelaskan oleh salah satu anggota Tim Abdimas 2 dari PSES. Para ibu-ibu ini didorong untuk melihat potensi diri mereka dan peluang yang ada di sekitar.
“Saya jadi lebih percaya diri dan punya banyak ide baru,” kata Siti, salah satu peserta pelatihan. “Tadinya saya takut memulai usaha karena tidak tahu harus mulai dari mana. Sekarang saya tahu langkah-langkah yang harus diambil.”
Pemilihan Produk: Kunci Kesuksesan Usaha
Selain memotivasi, pelatihan ini juga memberikan panduan praktis dalam pemilihan produk yang tepat. Dengan tema Pemilihan Produk Makanan Non-Beras, para peserta diajarkan cara menganalisis kebutuhan pasar dan memilih produk yang memiliki peluang besar untuk sukses. Pemateri dari PSES UPN Veteran Jatim memberikan contoh-contoh produk yang sesuai dengan kondisi lokal dan berbahan dasar non-beras.
“Memilih produk yang tepat adalah setengah dari keberhasilan usaha,” jelas Dyva Claretta, salah satu pemateri dalam kegiatan ini. “Kami membantu para ibu-ibu ini untuk melihat peluang yang ada, bahan dasar non-beras apa yang kira-kira akan digunakan, serta akan membuat apa.”

Diversifikasi Pangan Non Beras menjadi tema dalam pemilihan produk untuk pelatihan wirausaha ini. Hal ini merupakan perpanjangan dari program pemerintah untuk menanggulangi ketergantungan masyarakat terhadap kebutuhan beras yang masih cukup tinggi di tahun 2023. Program ini turut serta memberikan wawasan masyarakat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam menciptakan menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).
“Saya sangat senang dengan adanya pelatihan ini,” ungkap Watiningsih, peserta pelatihan. “Saya merasa paham tentang produk olahan non beras dan tepung, serta mulai memikirkan bahan alternatif apa yang bisa digunakan untuk memulai usaha.”
Melalui kegiatan UPPKA ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha mandiri, sehingga kesejahteraan keluarga di Kecamatan Gubeng dapat terus meningkat. Semangat dan antusiasme yang terlihat selama pelatihan ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, perempuan dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi maupun kegiatan UPN “Veteran“ Jawa Timur dapat mengunjungi Hyperlink dibawah:
Penulis : Dyva Claretta, Kustini, Kiki Asmara, Syarif Hidayat






