SURABAYA — Optimisme perempuan Gubeng memenuhi Gedung Wanita Pucang Sewu tanggal 16 Mei 2024 dalam Program Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program yang dijalankan oleh Tim Abdimas dari Pusat Studi Ekonomi dan Sosial (PSES) UPN Veteran Jatim ini menekankan pada sosialisasi konsep Ekonomi Sirkuler, pengelolaan sampah hasil produksi usaha, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep Ekonomi Sirkuler, di mana para peserta diajarkan bagaimana mengoptimalkan sumber daya, mengurangi limbah, dan menciptakan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan. Dengan mengadopsi model ekonomi ini, diharapkan usaha-usaha kecil yang dijalankan oleh para ibu-ibu ini dapat berkelanjutan dan lebih efisien.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan keempat ini adalah bagaimana mengelola sampah hasil produksi usaha. Tim Abdimas 3 PSES yang beranggotakan Wirya Wardana, Augustin Mustika Chairil, Nuruni Ika dan Putra Perdana memberikan berbagai teknik dan strategi untuk mengurangi, mendaur ulang, dan memanfaatkan limbah. Peserta diajak untuk memahami bagaimana melakukan produksi tanpa memberikan dampak negatif pada lingkungan.
“Pengelolaan sampah adalah langkah penting untuk menjaga lingkungan sekaligus menambah pendapatan,” jelas Wirya dari PSES UPN Veteran Jatim.
“Dengan mengolah sampah hasil produksi menjadi produk yang bisa dijual, para ibu-ibu ini tidak hanya membantu mengurangi limbah tetapi juga menciptakan peluang usaha baru.” Tambah Putra Perdana.
Kelestarian Lingkungan Adalah Kunci Kesuksesan Ekonomi
Selain aspek ekonomi, pelatihan ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana praktik usaha mereka dapat berdampak pada lingkungan dan cara-cara untuk meminimalkan dampak negatif tersebut. Upaya ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal lingkungan berkelanjutan.

“Saya jadi lebih peduli pada lingkungan sekitar,” ungkap Ani, peserta pelatihan UPPKA. “Sekarang saya tahu cara-cara praktis untuk menjaga kelestarian alam sambil menjalankan usaha.”
“Saya jadi lebih paham tentang pentingnya memanfaatkan bahan yang ada seefisien mungkin,” ujar Kusnarti, salah satu peserta pelatihan. “Ternyata, banyak bahan yang biasa kita anggap sampah bisa diolah lagi menjadi produk yang bernilai.”
Program UPPKA ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menginspirasi para perempuan di Kecamatan Gubeng untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Dengan bekal konsep Ekonomi Sirkuler dan teknik pengelolaan sampah yang mereka pelajari, para ibu-ibu ini diharapkan dapat menjalankan usaha yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga ramah lingkungan.
“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari program ini,” ujar Augustin, salah satu pemateri kegiatan ini. “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih sadar lingkungan dan lebih sejahtera.”
Dengan adanya pelatihan dari Tim Abdimas PSES UPN Veteran Jatim, para perempuan di Kecamatan Gubeng kini memiliki pengetahuan dan motivasi untuk menjalankan usaha yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Program ini membuktikan bahwa dengan edukasi dan dukungan yang tepat, perempuan dapat memainkan peran kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sejahtera bagi keluarga dan komunitas mereka.
Guna mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan UPN “Veteran“ Jawa Timur bisa mengunjungi tautan dibawah:
Penulis : Augustin Mustika Chairil, Wirya Wardana, Nuruni Ika dan Putra Perdana






