Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Duka mendalam yang menyelimuti keluarga almarhum Ambar Hariyanto perlahan mendapat penguatan setelah adanya perhatian dari pemerintah. Driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Kedungbaruk, Rungkut, Surabaya beberapa waktu lalu itu, kini keluarganya menerima santunan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja.
Santunan senilai Rp 149,5 juta tersebut merupakan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya, Rp 70 juta diberikan sebagai jaminan kematian, serta Rp 79,5 juta berupa beasiswa pendidikan bagi anak korban.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, kepada keluarga almarhum di kediamannya di Dusun Banjar Anyar, Desa Pertapanmaduretno, Kecamatan Taman, Sabtu (11/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, di antaranya anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Moh. Nizar, SH., Kepala Dinas Sosial Martha, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dwi Eko Saptono, Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos Dinsos Kabupaten Sidoarjo) Kristian Yudi Arianto, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Camat Taman Ahmad Fauzi, serta Kepala Desa Pertapanmaduretno H. Heru Sutiyo, SE.
“Santunan sudah kita serahkan kepada keluarga saudara kita, driver ojek online yang mengalami kecelakaan. Ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan bagi para pekerja,” ujar Subandi usai penyerahan santunan.
Ia menjelaskan, santunan tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan jaminan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk sektor informal seperti ojek online yang memiliki risiko tinggi di jalan raya.
Menurutnya, dana santunan tersebut telah diterima dan masuk ke rekening keluarga korban. Ia berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk menunjang keberlanjutan pendidikan anak almarhum.
“Yang terpenting, anak ini harus tetap sekolah. Pemerintah akan terus mengawal agar pendidikannya tidak terhenti. Harapannya, ke depan bisa meraih masa depan yang lebih baik dan membantu keluarga,” tegas Subandi.
Sementara itu, Rina, istri almarhum, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dinilainya masih peduli terhadap kondisi keluarganya.
“Saya berterima kasih kepada Bupati Sidoarjo karena telah memberikan santunan ini. Semoga santunan ini dapat membantu memperingan beban ekonomi keluarga saya,” ujarnya lirih. (rif)
















