Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Aktivitas distribusi ponsel ilegal yang selama ini berjalan tersembunyi mulai terbongkar setelah aparat kepolisian mengendus pergerakan mencurigakan di wilayah Sidoarjo. Pengungkapan ini menjadi pintu masuk terbukanya jaringan impor gelap yang diduga telah beroperasi lintas daerah dengan pola yang terorganisir.
Kasus ini mencuat setelah tim Bareskrim Polri mengamankan satu truk ekspedisi berisi paket logistik mencurigakan dari sebuah ruko di Kecamatan Gedangan. Dari temuan tersebut, penyidik menduga adanya keterkaitan kuat dengan jaringan impor ponsel ilegal yang lebih besar.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan bahwa pengungkapan di Sidoarjo merupakan bagian dari pengembangan kasus yang sebelumnya telah diusut di Jakarta. Dalam perkara awal tersebut, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.
“Apa yang kami temukan di Sidoarjo ini bukan berdiri sendiri. Ini merupakan rangkaian dari pengembangan kasus sebelumnya yang sudah kami tangani,” ujar Ade Safri Simanjuntak, Selasa (21/04/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perusahaan yang menjadi sasaran penggeledahan, PT TSL, diduga memiliki peran sentral dalam menjalankan operasional distribusi barang ilegal. Modus yang digunakan yakni memanfaatkan sejumlah perusahaan cangkang untuk menyamarkan aktivitas impor ponsel melalui jalur udara, khususnya lewat Bandara Internasional Juanda.
“Barang bukti yang kami amankan akan kami dalami untuk memastikan sejauh mana keterkaitannya dengan jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain,” tegasnya.
Dari pengembangan sebelumnya di Jakarta, penyidik telah menyita puluhan ribu unit ponsel yang didominasi produk iPhone dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Selain itu, turut diamankan ribuan aksesori serta berbagai produk lain seperti pakaian bayi dan mainan anak yang tidak memenuhi standar SNI namun telah beredar luas di pasaran, termasuk melalui platform daring.
Bareskrim Polri pun membuka peluang adanya penambahan tersangka baru seiring pendalaman kasus yang terus berjalan. Peran Sidoarjo kini dipandang sebagai salah satu simpul penting dalam rantai distribusi barang ilegal yang selama ini bergerak secara senyap.
“Proses penyidikan masih berjalan dan akan terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat,” pungkas Ade Safri Simanjuntak. (rif)
















