papan kegiatan pembangunan plengsengan saluran irigasi di desa Kedungbanteng
SIDOARJO, gelorajatim.com/ – Pembangunan plengsengan saluran irigasi di desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, terhambat dan molor dari perencanaan. Selain itu, hasil bangunannya pun terkesan dikerjakan asal jadi. Hal itu disebabkan lambatnya keuangan untuk gaji tukang dan kuli bangunan.
Proyek yang menggunakan anggaran dana desa ( DD) tahun 2022 sebesar 129.732.000 tersebut, awalnya akan dilaksanakan secara swakelola, namun fakta di lapangan para pekerja adalah orang dari luar daerah setempat. Lambatnya gaji untuk para pekerja juga menyebabkan pembangunan terhenti selama 8 hari.

”Saya hanya meneruskan pengerjaan bangunan saja mas,” jawab Doni salah satu pekerja saat ditemui, Kamis (21/7/2022). Dia menambahkan, karena kendala terkait lambatnya keuangan dari pihak desa menjadikan pemborong proyek yang sebelumnya menjadi salah perhitungan. Kalau saya sendiri, saluran irigasi dengan panjang 345 meter ini, perkiraan saya, seharusnya sekitar satu bulan pengerjaan sudah selesai,” tutupnya
Sementara itu, (ST) mandor bangunan dari pemborong pertama mengungkapkan, bahwa terlambatnya pembangunan tersebut, dikarenakan kendala uang untuk gaji para pekerja tidak diberikan sepenuhnya oleh bendahara desa, akibatnya pekerja pada mengeluhkan atas lambat dan kurangnya gaji yang diterima, sehingga bekerjanya juga menjadi malas. Saya pun sekarang ini diganti dengan mandor atau yang pemborong baru juga tanpa sepengatahuan saya,” ungkapnya
Dari penelusuran di area proyek pembanguan plengsengan, wartawan gelorajatim kembali bertemu salah satu pekerja lain, dia mengaku setiap minggu gajinya dipotong oleh pemborong proyek, sedangkan dia buat sehari-hari saja untuk berangkat kerja harus hutang ke warung untuk beli bensin.
Dia juga sudah mencoba bertanya kepada pihak desa, waktu itu salah satu perangkat mengatakan, bahwa terkait keuangan sudah sepenuhnya di bayar ke saudara ST sesuai permintaanya selaku pemborong pertama, namun kami dibayar tidak sesuai, dalam artian gaji kami dibayar secara nyicil,” ujarnya penuh kesal
Reporter: Lukman Arif
















