Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Proyek betonisasi Jalan Krian Rumah Potong Hewan (RPH)-Kemangsen (Baldes), Sidoarjo, mendapat perhatian serius dari Bupati Sidoarjo Subandi. Baru memasuki hari keempat pengerjaan, proyek senilai sekitar Rp3,6 miliar tersebut tercatat mengalami deviasi pekerjaan sebesar 1,5 persen.
Kondisi itu diketahui saat Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Selasa (25/08/2026). Ia meminta kontraktor segera melakukan percepatan agar keterlambatan pekerjaan tidak semakin melebar dan target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Empat hari mestinya dua persen, realisasi kita deviasi masih 1,5 persen. Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai,” kata Subandi saat berada di lokasi proyek.
Menurut Subandi, pekerjaan fisik baru dimulai pada Jumat (21/08/2026), meskipun kontrak proyek seharusnya telah berjalan sejak Juli. Saat ini pekerja masih melakukan pembongkaran aspal lama sebagai tahapan persiapan sebelum proses betonisasi dilakukan.
Ia menilai percepatan perlu dilakukan mengingat medan pekerjaan cukup berat. Selain itu, alat berat yang digunakan di lokasi dinilai belum memadai untuk mengejar target pekerjaan. Kontraktor pun diminta menambah peralatan agar proses pembongkaran dan pekerjaan beton bisa berjalan lebih cepat.
“Exca-nya ini kecil, pakai Exca 200, apalagi ini adalah beton berat,” ujarnya.
Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 450 meter dengan lebar lebih dari 10 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan. Subandi menyebut kontraktor akan menambah alat berat untuk mengejar deviasi 1,5 persen yang terjadi pada awal pelaksanaan pekerjaan.
Selain persoalan progres, Subandi juga menyoroti metode pekerjaan yang sebelumnya menggunakan precast. Metode tersebut dinilai kurang optimal sehingga material yang telah terpasang harus dibongkar dan pekerjaan kembali dilakukan menggunakan metode cor beton di lokasi.
“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelasnya.
Subandi menegaskan pengawasan terhadap proyek harus diperkuat. Ia meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan secara serius dan seluruh perkembangan pekerjaan diperbarui setiap hari melalui sistem e-agenda, sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui progres sekaligus mendeteksi potensi keterlambatan sejak dini.
“Kalau deviasi tentu kita tegur. Kuncinya adalah konsultan pengawas. Kalau konsultan pengawas betul-betul melakukan pengawasan, ini akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Sidoarjo,” tegasnya.
Tak hanya konsultan pengawas, Subandi juga meminta camat dan pemerintah desa ikut terlibat mengawasi jalannya proyek. Menurutnya, pengawasan secara bersama-sama diperlukan agar pekerjaan betonisasi dapat berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna jalan. (rif)
















