SURABAYA,GELORAJATIM.COM – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya global yang semakin memengaruhi pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengambil langkah inovatif dengan memasuki dunia perfilman. Melalui film berjudul “Gadis Rengganis”, MAKI Jatim berupaya menghadirkan media edukasi yang sarat nilai moral, budaya, dan karakter kebangsaan.
Langkah ini menjadi warna baru dalam perjalanan organisasi yang selama ini dikenal aktif mengawal transparansi publik dan mengkritisi berbagai persoalan sosial. Kini, MAKI Jatim memilih jalur seni sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah diterima oleh kalangan muda.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menilai bahwa film merupakan media yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan karakter masyarakat. Menurutnya, kekuatan visual dan emosional dalam sebuah film mampu menanamkan nilai-nilai positif yang bertahan lama dalam ingatan penonton.
“Melalui film ‘Gadis Rengganis’, kami ingin mengajak generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia, menghargai warisan leluhur, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Heru Satriyo.
Film yang dijadwalkan diluncurkan pada 19 Juni 2026 tersebut mengisahkan perjalanan seorang perempuan muda yang berjuang mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah perubahan sosial yang begitu cepat. Cerita yang diangkat tidak hanya menampilkan konflik kehidupan pribadi, tetapi juga menggambarkan perjuangan menjaga identitas dan jati diri bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Menurut Heru, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seminar, diskusi, atau kegiatan seremonial semata. Dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif agar pesan budaya dapat diterima dengan baik oleh generasi digital saat ini.
“Film memiliki kemampuan menjangkau berbagai kalangan sekaligus menyampaikan pesan secara menyentuh. Karena itu kami memilih media ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran budaya dan karakter bangsa,” katanya.
Selain membawa misi sosial dan kebudayaan, kehadiran film “Gadis Rengganis” juga merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kreatif nasional. MAKI Jatim memandang dunia perfilman sebagai sektor yang mampu memperkuat identitas bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Peluncuran film ini direncanakan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari budayawan, akademisi, pegiat seni, komunitas budaya, insan perfilman, hingga tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa.
Melalui karya ini, MAKI Jatim berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga bangsa tidak hanya dilakukan melalui pengawasan kebijakan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui gerakan budaya yang mampu menyentuh hati dan membangun kesadaran publik.
Heru Satriyo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, film menjadi salah satu media paling efektif untuk memperkenalkan serta menjaga nilai-nilai budaya tersebut agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dengan memadukan unsur seni, pendidikan, dan gerakan sosial, “Gadis Rengganis” diharapkan menjadi lebih dari sekadar film. Karya ini menjadi simbol komitmen MAKI Jatim dalam membangun karakter bangsa melalui pendekatan budaya, sekaligus menegaskan bahwa perjuangan menjaga identitas nasional dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk lewat layar lebar yang mampu menjangkau masyarakat luas.(din/MAKI)
















