PROBOLINGGO, GELORAJATIM.COM — Guru-guru SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai menjalani pelatihan “Implementasi Computer Based Test (CBT) dalam Menjaga Integritas Ujian di Era Artificial Intelligence” sejak Kamis (09/07/2026).
Pelatihan selama empat hari dengan total 32 jam pelajaran ini digagas mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Lewat pendekatan diskusi, praktik langsung, dan studi kasus, para guru dibekali cara merancang soal ujian, mengamankan sistem kuis, sampai mengevaluasi hasil ujian, supaya begitu pelatihan selesai mereka bisa langsung menerapkannya di sekolah.
Materi pertama dibawakan oleh Iqbal Ramadhani Mukhlis, S.Kom., M.Kom. yang memaparkan latar belakang pentingnya sistem CBT di era Artificial Intelligence. Sesi ini menjadi pembuka rangkaian pelatihan sekaligus membangun pemahaman awal peserta sebelum masuk ke materi teknis.
Materi dilanjutkan oleh Nambi Sembilu, S.Kom., M.Kom. yang menjelaskan lebih dalam mengenai sistem CBT yang akan diterapkan di SMKN 1 Kraksaan, mulai dari cara kerja platform hingga fitur-fitur keamanan yang tersedia di dalamnya.
Munculnya AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini bikin guru harus mikir ulang cara membuat soal. Soal yang sifatnya hafalan sekarang gampang banget dijawab AI dalam hitungan detik, jadi nilai yang didapat siswa belum tentu mencerminkan kemampuan sesungguhnya.
Karena itu, dalam sesi studi kasus, guru-guru dilatih mengubah soal hafalan menjadi soal berbasis penalaran (HOTS), misalnya dengan mengaitkan soal ke kondisi nyata di sekolah atau industri lokal, supaya jawabannya tidak bisa langsung ditemukan lewat pencarian AI.
Selain soal, keamanan sistem juga jadi sorotan. Guru diajak praktik langsung mengatur kuis di Moodle, seperti mengacak jawaban dan membatasi waktu pengerjaan, sehingga peserta tidak sempat berkonsultasi dengan AI generatif saat ujian berlangsung.
Uji coba pengaturan ini dilakukan menggunakan peramban (browser) biasa, sementara penerapan Safe Exam Browser (SEB), aplikasi yang dapat mengunci komputer peserta di mode kiosk, disampaikan sebagai materi tambahan untuk diterapkan bertahap ke depannya.
Peserta juga dikenalkan cara membaca dasbor proktor untuk mendeteksi kecurangan, misalnya siswa yang menjawab soal rumit dalam hitungan detik atau pola jawaban esai yang mirip antarpeserta, sekaligus cara mengevaluasi kualitas soal setelah ujian selesai.
*Diterapkan Bertahap, Disambut Positif Sekolah*
Sistem CBT ini rencananya diterapkan bertahap di SMKN 1 Kraksaan, mulai dari persiapan infrastruktur, pelatihan guru, uji coba terbatas, hingga penerapan penuh ke seluruh kelas. Sekolah juga akan mengenalkan sistem ini secara bertahap kepada siswa dan orang tua sebelum diberlakukan penuh.
Pelatihan yang berlangsung kondusif ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Pelaksana UPN “Veteran” Jawa Timur dan seluruh jajaran pendidik SMKN 1 Kraksaan, menandai selesainya rangkaian pelatihan selama empat hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah dalam membangun budaya integritas akademik di era digital.
Penulis artikel : Iqbal Ramadhani Mukhlis, S.Kom., M.Kom
















