Hari jadi
Kriminal

Pemuda Asal Pasuruan Jadi Korban Modus Tuduhan Gangster, Motor PCX dan Ponsel Raib di Trosobo

89
×

Pemuda Asal Pasuruan Jadi Korban Modus Tuduhan Gangster, Motor PCX dan Ponsel Raib di Trosobo

Sebarkan artikel ini
File 00000000C4E471Fab61Be4754Ca306Ce
Gambar ilustrasi kejadian
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Seorang remaja asal Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan di wilayah Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu malam (26/04/2026). Dalam peristiwa tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda PCX serta sebuah telepon genggam dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 38 juta.

Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat korban, Marvel Iskandar Pratama (17), warga Lingkungan Kasri, Desa Petung Asri, Pandaan, mengendarai sepeda motor Honda PCX bernopol N 2854 TEW warna merah untuk membeli obat di sebuah apotek di kawasan Trosobo. Namun, saat melintas di Jalan Raya Trosobo, korban tiba-tiba dihentikan oleh beberapa orang tak dikenal yang datang menggunakan sejumlah sepeda motor secara berboncengan.

Breaking News

Setelah dihentikan, korban kemudian diajak menuju sebuah lokasi di depan Bengkel MM, Jalan Raya Trosobo No. 5. Di lokasi tersebut, korban dituduh terlibat dalam kelompok gangster. Dengan dalih melakukan pemeriksaan, terduga pelaku meminta ponsel milik korban, lalu memasukkannya ke dalam jok sepeda motor korban. Kunci kontak kendaraan korban juga turut diminta oleh pelaku.

Modus para pelaku berlanjut saat korban diajak menaiki sepeda motor milik salah satu terduga pelaku dengan alasan akan dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan. Sementara sepeda motor korban ditinggalkan di lokasi awal. Namun, sesampainya di pertigaan simpang PT Pawindo, korban justru diturunkan dan ditinggalkan seorang diri, sementara pelaku kabur membawa seluruh barang milik korban.

Setelah menghubungi keluarganya, korban kembali ke lokasi awal untuk memastikan kondisi sepeda motor yang ditinggalkan. Namun saat tiba di tempat kejadian, sepeda motor Honda PCX beserta ponsel Samsung A07 warna hitam miliknya sudah tidak ada. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian material sekitar Rp38 juta dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Taman.

Kanit Reskrim Polsek Taman AKP Hajir Sujalmo, SH, mengatakan pihaknya kini tengah mendalami laporan korban dan memburu para pelaku yang diduga menggunakan modus intimidasi untuk melancarkan aksinya. “Kami menduga korban sengaja ditekan secara psikologis dengan tuduhan terlibat gangster agar menuruti seluruh permintaan pelaku. Modus seperti ini tergolong berbahaya karena memanfaatkan rasa takut korban,” ujar Hajir ke GELORAJATIM.COM, Selasa (28/04/2026).

Ia menambahkan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan tengah menelusuri jejak pelaku melalui rekaman CCTV di sekitar Jalan Raya Trosobo hingga simpang PT Pawindo. Hajir juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila dihentikan atau diperiksa oleh orang yang tidak jelas identitasnya. “Jika ada pihak yang mengaku petugas atau membawa tuduhan tertentu tanpa identitas resmi, masyarakat sebaiknya segera mencari tempat ramai atau menghubungi polisi. Jangan menyerahkan barang berharga kepada orang yang tidak dikenal,” tegasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578