Hari jadi
Hukum

Lapas Porong Kembangkan Pertanian Produktif, Warga Binaan Disiapkan Mandiri

311
×

Lapas Porong Kembangkan Pertanian Produktif, Warga Binaan Disiapkan Mandiri

Sebarkan artikel ini
20260413 090634 Scaled
Kalapas kelas I Surabaya Sohibur Rachman (Berdiri) saat dilahan sayuran yang menjadi lahan ketahanan pangan Lapas Kelas I Surabaya untuk mempersiapkan bekal kemandirian warga binaan ketika sudah bebas.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Aktivitas pembinaan di dalam Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, kini menunjukkan wajah berbeda. Di balik tembok pembatas, para warga binaan tak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga aktif mengelola lahan pertanian produktif sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian.

Program ketahanan pangan yang dijalankan pihak lapas terus berkembang. Selain budidaya sayuran, kini pengembangan tanaman buah seperti pepaya california mulai dipersiapkan di lahan yang cukup luas, sebagai bentuk inovasi pembinaan berbasis keterampilan.

Breaking News

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk mendukung pengembangan pepaya california di lingkungan lapas.

Menurutnya, program ini menjadi pelengkap dari budidaya sayuran yang telah lebih dulu berjalan, seperti terong, cabai, tomat, dan jagung yang ditanam di lahan sekitar 5.800 meter persegi, baik di area depan maupun belakang lapas.

“Alhamdulillah, meskipun skalanya belum besar, tapi ini rutin kami lakukan. Sudah beberapa kali panen,” ujar Sohibur, Minggu (12/04/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan warga binaan dalam program ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen. Hal tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar mereka memiliki bekal keterampilan setelah bebas nanti.

“Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi warga lapas. Sebagian juga kami jual dengan harga terjangkau kepada masyarakat. Kami juga mendorong agar produk ini bisa diikutkan dalam bazar,” jelasnya.

Program pertanian ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat pembinaan berbasis produktivitas.

Sohibur menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang turut memberikan perhatian melalui kunjungan jajaran terkait.

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bahrul Amig, menilai langkah yang dilakukan Lapas Porong merupakan inovasi yang layak diapresiasi dan dikembangkan lebih luas.

“Ini sangat positif, tidak hanya soal pangan, tapi juga bagaimana menyiapkan mereka agar punya keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” tandasnya.

Ia berharap program tersebut terus berkelanjutan dan dapat menjadi contoh model pembinaan yang tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada pemberdayaan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578