Hari jadi
PembangunanPemerintah

Pengalihan Arus di Terminal Purabaya, Dishub Sidoarjo Koordinasi dengan Satlantas Urai Kemacetan

609
×

Pengalihan Arus di Terminal Purabaya, Dishub Sidoarjo Koordinasi dengan Satlantas Urai Kemacetan

Sebarkan artikel ini
Img 20260302 Wa0082
Petugas Dishub Kab. Sidoarjo dan Satlantas Polresta Sidoarjo berjaga dipintu keluar Terminal Purabaya sisi timur untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas.
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan transportasi utama kembali dilakukan. Kali ini, akses pintu keluar sisi timur Terminal Purabaya atau yang dikenal sebagai Terminal Bungurasih mulai dibeton setelah lama dikeluhkan rusak dan berlubang. Proyek sepanjang kurang lebih 225 meter tersebut dikerjakan mulai Minggu (01/03/2026) dan ditargetkan rampung paling lambat Sabtu (07/03/2026).

Selama proses betonisasi berlangsung, pintu keluar sisi timur terminal ditutup total. Seluruh bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) dialihkan melalui pintu selatan menuju Jalan Letjen Sutoyo. Pengalihan arus ini berdampak langsung pada kepadatan kendaraan di sekitar Flyover Waru hingga kawasan Aloha, Gedangan.

Breaking News

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Komisi V DPR RI pada Februari lalu.

“Perbaikan di pintu Terminal Bungurasih sisi timur itu dilakukan oleh Balai Besar dari Kementerian PU. Mulai tanggal 1 Maret sampai maksimal tanggal 7, karena ini pekerjaan betonisasi. Jadi dibeton dan butuh waktu pengeringan,” ujar Budi, Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, estimasi pengerjaan secara teknis sebenarnya sekitar lima hari. Namun untuk mengantisipasi faktor cuaca seperti hujan serta memastikan beton benar-benar kering sempurna, pihak pelaksana meminta waktu hingga satu minggu.

“Estimasi lima hari, tapi untuk antisipasi kalau terjadi hujan dan belum kering, maka diminta waktu satu minggu,” jelasnya.

Budi menambahkan, selama penutupan pintu timur, seluruh bus diarahkan keluar melalui pintu selatan tepat di depan Gudang Garam, kemudian diwajibkan belok kiri menuju arah Flyover Waru. Kendaraan tidak diperkenankan belok kanan karena tingginya volume lalu lintas dari arah barat.

“Keluar dari situ dan diarahkan ke kiri ke arah Flyover Waru. Tidak boleh belok kanan karena volume lalu lintas dari arah barat cukup tinggi,” tegasnya.

Ia mengakui kebijakan tersebut membawa konsekuensi berupa tundaan kendaraan, khususnya di bawah Flyover Waru. Kepadatan bahkan disebut meluas hingga kawasan Aloha, Gedangan, dan berpotensi mencapai Pasmar Aloha pada jam-jam sibuk.

Untuk mengurai dampak kemacetan, Dishub Sidoarjo berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Sidoarjo serta pihak pengelola terminal. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara terpadu, baik di dalam area terminal maupun di ruas jalan sekitar lokasi pengalihan arus.

Budi juga mengungkapkan, kerusakan jalan di pintu keluar sisi timur sebelumnya dipicu kebiasaan bus yang berhenti atau ngetem di luar area resmi untuk menaikkan penumpang. Kondisi tersebut mempercepat kerusakan jalan sekaligus memicu kemacetan karena bus berhenti tepat di jalur keluar terminal.

“Saya berharap mengangkut penumpangnya dari dalam, dari jalur keberangkatan AKDP maupun AKAP yang sudah disiapkan. Jadi tidak mengambil penumpang di pintu keluar terminal,” tandasnya.

Ke depan, pengawasan akan diperketat bersama pengelola terminal dan aparat kepolisian. “Saya selalu berkoordinasi dengan Kepala Terminal untuk menempatkan petugas di pintu keluar itu, menghalau bus-bus yang mengangkut penumpang. Kami back up dari Dishub, dan Satlantas juga membantu menghalau serta menguraikan kemacetan,” pungkas Budi Basuki. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578