GELORAJATIM.COM — Program Magang Berbasis Kompetensi Mahasiswa (MBKM) adalah sebuah program magang yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Program MBKM adalah inisiatif yang memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di luar lingkungan akademis.
Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi mereka selama masa perkuliahan. Magang MBKM merupakan inisiatif yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa Indonesia untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang studi mereka, program ini membantu mahasiswa untuk menjadi lebih siap secara profesional dan memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja. Mahasiswa harus mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam keterampilan dan pengetahuan selama masa magang mereka.
Hal ini memastikan bahwa pengalaman magang tidak hanya bersifat observasional, tetapi juga memberikan kesempatan untuk pengembangan keterampilan yang konkret. Selama proses kegiatan Magang, mahasiswa dapat turut terlibat dalam segala kegiatan yang dilakukan dalam instansi magang di berbagai industri atau lembaga, sesuai dengan bidang studi mereka.
Sebuah kelompok mahasiswa yang dibimbing oleh dosen Dr. Teddy Prima Anggriawan S.H., S.Sos., M.Kn., M.H., C.LA., sedang mengikuti Program Magang Berbasis Kompetensi Mahasiswa (MBKM) telah mendapatkan banyak pengalaman berharga dalam bidang hukum yang mereka tempuh di sebuah firma hukum.
Sebagai bagian dari tugas sehari-hari mereka, para mahasiswa ini terlibat dalam menghadiri persidangan dalam berbagai kasus yang ditangani oleh firma hukum tempat mereka melaksanakan kegiatan magang.
Dalam beberapa bulan terakhir, para mahasiswa ini telah aktif mengikuti berbagai persidangan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Mereka menjadi saksi langsung dari proses hukum yang berlangsung serta memperoleh wawasan mendalam tentang bagaimana sistem peradilan beroperasi dalam praktiknya.
Para mahasiswa ini tidak hanya mengamati proses persidangan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mempersiapkan dokumen-dokumen hukum, melakukan riset kasus, dan mendiskusikan strategi dengan para pengacara yang mengawasi mereka.

Salah satu kelompok magang MBKM dari Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur yang beranggotakan Kendra Kaulika Aliyah, Sevina Ayu Wulandari, dan Silvia Anggriyani Agustina. Persidangan pertama yang mereka hadiri ialah persidangan Gugatan Lain-lain mengenai Hak Merek.
Agenda Persidangan saat itu ialah kesaksian ahli dari pihak tergugat. Para mahasiswa tersebut dapat belajar langsung dari pertanyaan yang kuasa hukum ajukan serta jawaban dari ahli.
Menurut salah satu mahasiswa, Aliyah, ”Menghadiri persidangan adalah salah satu bagian terbaik dari pengalaman magang kami. Kami dapat melihat bagaimana teori-teori hukum yang kami pelajari di kelas diterapkan dalam situasi nyata. Hal ini memberi kami pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana keputusan-keputusan hukum dibuat dan dampaknya bagi para pihak terkait“.
Melalui program Magang MBKM ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman praktis tentang hukum, tetapi juga memperluas jaringan profesional mereka di industri hukum. Mereka belajar tidak hanya dari buku teks, tetapi juga dari pengalaman langsung di lapangan, yang akan menjadi bekal berupa keterampilan dan pengetahuan yang berharga saat mereka memasuki dunia kerja yang sebenarnya.
Magang MBKM menjadi jendela bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang apa yang dibutuhkan dalam praktik hukum dan bagaimana mereka dapat menyumbangkan kontribusi mereka di masa depan.
Artikel ini ditulis oleh: Kelompok Magang MBKM HHL & Associates Attorney at Law
















