GELORAJATIM.COM — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Pj. Gubernur Jawa Timur, Bapak Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P. pada hari Rabu, 26 Juni 2024 di Gedung Grahadi. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur.
Prof. H. Mukhtasor, M.Eng., Ph.D., Ketua Dewan Wilayah, menyampaikan, “Pendidikan yang baik adalah kunci kemerdekaan sejati suatu bangsa. Syarikat Islam Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.”
Prof. Ir. H. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Ketua Pimpinan Wilayah, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. “Syarikat Islam berupaya mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dan memimpin dalam arus perubahan global,” ujar beliau.
Pada Kongres Nasional ke-41 di Surakarta tahun 2021, Syarikat Islam menegaskan kembali semangat perbaikan pendidikan politik umat dan ekonomi rakyat, seperti yang dicontohkan oleh Haji Samanhudi dan HOS Cokroaminoto. Spirit ini dihidupkan kembali untuk menggerakkan ekonomi umat dan bangsa.
5 Isu Strategis
DPW Syarikat Islam Jawa Timur menyampaikan lima isu strategis dalam audiensi tersebut. Pertama, percepatan penerbitan peraturan gubernur untuk pengelolaan SMA Terbuka, guna menjawab kebutuhan pendidikan menengah bagi siswa putus sekolah, santri, dan anak korban permasalahan keluarga.
Kedua, optimalisasi dana bergulir sesuai Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2023 untuk memberdayakan kaum petani, nelayan, buruh, dan pedagang kecil. Hal ini dilakukan melalui pengembangan unit usaha mandiri, pelatihan, dan penguatan lembaga keuangan syariah.
Ketiga, penguatan pelaksanaan sistem resi gudang berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2016. Tujuannya adalah untuk memastikan petani memiliki kedudukan yang kuat dalam pembangunan, sehingga tidak mudah diperdaya oleh kekuatan kapitalis.
Keempat, menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan bagi petani, peternak, dan nelayan melalui pendidikan ekonomi berbasis pertanian, peternakan, dan kelautan. Penggunaan teknologi ramah lingkungan dan sistem ekonomi circular & closed loop menjadi kunci keberhasilan.
Kelima, memperkuat pemberdayaan UMKM dan koperasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2018. Optimalisasi sumber daya lokal, peningkatan kualitas produksi, kemudahan akses pasar, dan pembiayaan usaha bebas riba menjadi fokus utama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Syarikat Islam Jawa Timur optimis dapat mewujudkan cita-cita bersama dalam meningkatkan pendidikan dan ekonomi berkeadilan. Langkah ini diharapkan mampu membawa kemajuan bagi umat Islam dan masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan. ( Vieto)

Tinggalkan Balasan