Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur rawan atau black spot wilayah Kecamatan Taman, khususnya di Jalan Raya Bringinbendo hingga Jalan Raya Trosobo, mendorong Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo menggelar program Doa dan Edukasi Keselamatan (DOKAR Sidoarjo), Jumat (20/02/2026) sore. Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan di kawasan yang kerap memakan korban tersebut.
Program yang merupakan gagasan Kasatlantas Polresta Sidoarjo yang baru, AKP Yudhi Anugrah Putra, itu diawali dari wilayah Taman. Lokasi kegiatan dipusatkan di pos polisi fly over Trosobo arah Surabaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan laka lantas di Kabupaten Sidoarjo.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo sebagai ujung tombak pelaksanaan program menggandeng Pemerintah Desa Bringinbendo dan RS Siti Khodijah Sepanjang. Selain doa bersama, kegiatan juga diisi edukasi Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi warga sekitar agar mampu memberikan pertolongan awal saat terjadi kecelakaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Yanu Hery Prastyo beserta jajaran, Kepala Desa Bringinbendo H. Sholeh Dwi Cahyono bersama perangkat desa, serta Polsek Taman yang diwakili Kanit Lantas IPTU Herry Nurcahyo dan anggota. Dari RS Siti Khodijah Sepanjang turut hadir Kadiv Marketing AUMKes PCM Sepanjang Nia Arizona beserta tim PPGD, serta warga sekitar lokasi.
Kepala Desa Bringinbendo, H. Sholeh Dwi Cahyono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Ia berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi keselamatan masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di jalur Bringinbendo hingga Trosobo.
“Saya mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo yang telah mengadakan program DOKAR Sidoarjo ini. Semoga program ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya, karena kita sifatnya berikhtiar, berusaha dan berdoa supaya wilayah Taman ini, khususnya Jalan Raya Bringinbendo hingga Jalan Raya Trosobo, bisa kondusif dan aman dari kejadian laka lantas. Serta doa-doa kita diijabah, khususnya doa kita bisa sampai ke arwah korban laka lantas di wilayah Taman ini,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Kasatlantas yang berhalangan hadir, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Yanu Hery Prastyo, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif langsung dari Kasatlantas. Menurutnya, konsep doa bersama dan edukasi keselamatan telah diterapkan di sejumlah daerah sebelumnya dan terbukti memberi dampak positif.
“Ide program ini muncul dari bapak Kasatlantas, yang mana beliau sudah menjabat di beberapa daerah dan melakukan hal yang sama, yakni menggelar doa bersama serta memberikan edukasi kepada masyarakat, baik untuk menekan angka kecelakaan maupun penanganan awal kecelakaan,” ungkap AKP Yanu Hery Prastyo.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah titik rawan kecelakaan lain di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Dengan pendekatan spiritual dan edukatif, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat.
Usai doa bersama, kegiatan sore itu dilanjutkan dengan praktik PPGD oleh tim RS Siti Khodijah Sepanjang. Acara kemudian ditutup dengan pembagian takjil dan nasi kotak kepada para pengguna jalan yang melintas di belakang pos polisi jembatan layang Trosobo, sebagai bentuk kepedulian sekaligus kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat luas. (rif)
















