Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pengurus RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.
GeloraJatim.com – Bantu percepatan pemerintah daerah untuk mewujudkan herd immunity, PD Aisyiyah Sidoarjo melalui RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan telah berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo untuk melakukan vaksninasi, kepada 800 perserta.
Mereka yang ikut vaksinasi itu merupakan anggota persyarikatan wanita Aisyiyah dan masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama itu ditinjau Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. Kamis, (23/9/2021) pagi.
“Kita sangat terbantu sekali dengan peran Muhammadiyah dalam mensukseskan percepatan vaksinasi. Seperti yang dilakukan Aisyiyah hari ini, yang telah mengumpulkan anggotanya dan mengajak masyarakat untuk ikut vaksin,” terang Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.
Untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi, maka percepatan menuju level 1 harus dilakukan. Oleh sebab itu Bupati Sidoarjo mengajak para stakeholder dan warga Sidoarjo untuk bahu membahu sukseskan vaksinasi target dalam seminggu kedepan cakupan vaksinasi sudah 70 persen dosis pertama.

“Kepada keluarga Aisyiyah yang sudah menginisiasi kegiatan vaksinasi ini saya sampaikan terima kasih. Kepada yang hadir perlu disampaikan ke saudara dan tetangganya bahwa vaksin ini tidak kemudian menjadikan kebal tapi dengan vaksin tingkat vatality rate-nya rendah. Jadi orang yang sudah mendapatkan vaksin apabila terpapar covid resiko kematiannya lebih rendah,” jelas Gus Muhdlor sapaan akrabnya.
Ketua PD Aisyiyah Sidoarjo, Zubaidah Syafi’i menyampaikan, awal pandemi PD Aisyiyah Sidoarjo sudah bergerak melakukan edukasi ke masyarakat pentingnya protokol menjaga kesehatan. Sampai sekarang Aisyiyah ikut bersama-sama Pemda mensukseskan program percepatan vaksinasi.
“Hari ini vaksin sedang diburu masyarakat. Hari Selasa kita publikasikan pendaftaran dan hari Kamis sudah penuh warga yang mendaftar. Kerjasama ini tidak hanya selesai di sini saja, tapi bisa berlanjut lagi,” kata Zubaidah. (asup)