GELORAJATIM.COM — BTPN Syariah memiliki program sahabat daya yaitu kegiatan yang bertujuan mendampingi para nasabah dengan melibatkan universitas dan mahasiswa yang terpilih melalui program MSIB.
Salah satunya dilaksanakan oleh Mahasiswa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yakni, Aulia Maharani Setyowati Matseri sebagai Penggerak Pasar Daya dan Desita Syafa Kurniasari sebagai Fasilitator Pendamping.
Kegiatan MBKM MSIB melalui Program Bestee bersama BTPN Syariah dilakukan selama empat bulan, tepatnya mulai bulan Maret hingga Juni 2024, di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
Mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut biasa disebut “Mentee” yang melakukan pendampingan dengan mengisi assements kepada nasabah untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dalam usahanya. Tugas mentee selanjutnya yaitu memberikan materi dan praktek sesuai dengan hasil assements.
Tidak hanya pendampingan, mentee juga melakukan pemberdayaan usaha melalui program pasar daya. Implementasinya yaitu mentee membantu memasarkan produk nasabah BTPN Syariah yang berpotensi, dengan melakukan kurasi produk dan dipromosikan oleh Lapak Daya melalui media sosial Instagram.
“Program yang diadakan oleh BTPN Syariah sangat membantu saya dalam melakukan promosi usaha dan jangkauan konsumen dengan memfoto dan membuatkan video yang menarik. Saya harap program ini terus berjalan agar nasabah yang lain juga bisa terbantu usahanya,” kata Bu Aries salah satu nasabah BTPN Syariah Kecamatan Rogojampi.
Dari hasil pendampingan dan pemberdayaan diketahui usaha nasabah potensial BTPN Syariah kecamatan Rogojampi yaitu produk kerajinan dari bambu, produksi gula merah, kue kering dan produksi arang.
Produk potensial tersebut nantinya akan dipromosikan oleh pihak BTPN Syariah pusat guna memperluas jangkauan pasar dengan cara mendokumentasikan produk semenarik mungkin kemudian mengupload foto produk di Instagram @pasar.daya dengan jumlah followers 3K.
Tidak hanya itu, pihak BTPN Syariah juga melakukan live sale melalui fitur live Instagram. Kelebihan live sale ini yaitu para konsumen akan melihat detail produk yang dipasarkan dan bebas berinteraksi mengenai produk yang dijual.

Sedangkan hasil pendampingan dan pemberdayaan nasabah di Kecamatan Genteng ditemukan kendala yang dialami oleh para pelaku UMKM atau nasabah BTPN Syariah dari hasil analisa SWOT dan assements. Salah satu kendalanya yaitu masih banyak para nasabah atau pelaku UMKM belum memiliki identitas usaha.
Kendala tersebut terjadi karena mereka belum mengetahui pentingnya membuat dan membangun indentitas usaha. Dari situlah mentee membantu mendampingi dalam membuat identitas usaha melalui beberapa materi yang sudah disediakan oleh pihak BTPN Syariah. Tak hanya itu, mentee juga membantu para pelaku UMKM untuk mendesain-kan banner atau spanduk yang menarik dengan berisikan identitas usaha.
“Sebelumnya saya tidak memiliki nama usaha, adanya program dari BTPN Syariah sangat membantu saya membuatkan nama usaha yang baik dan menarik. Saya juga dibantu untuk membuat dan mencetak banner nama usaha agar usaha yang saya jalankan lebih baik lagi kedepannya,“ucap ibu Fatimah salah satu nasabah BTPN Syariah Kecamatan Genteng.
Sebagai Mentee dalam hal ini berharap kedepannya semakin banyak mahasiswa yang berkontribusi dalam program ini guna membantu para pelaku UMKM atau Nasabah BTPN Syariah dalam pengembangan usahanya. Bersama Berdaya, Memberi Makna.
Penulis : Aulia dan Desita, ( Mahasiswa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang sedang melaksanakan Kegiatan MBKM MSIB di Banyuwangi, Jawa Timur )






