SIDOARJO, GELORAJATIM.COM — Sebuah video viral, memperlihatkan seorang pria pengendara sepeda motor Honda Supra warna merah bernomor polisi W 5145 BL, pria itu tampak nekat merusak kaca halte bus Trans Jatim Trans Jatim Koridor II di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo, tak hanya satu, total ada tiga halte yang jadi sasarannya.
Tiga halte Trans Jatim Trans Jatim Koridor II yang dirusak di antaranya adalah Halte Trans Jatim Kemendung 1, Halte Trans Jatim Trosobo Pos 2, Halte Trans Jatim Bypass Krian. Bahkan, halte di Trosobo disebut-sebut pernah rusak sebelumnya akibat ditabrak mobil, namun belum diperbaiki hingga kini.
Salah satu warga Desa Trosobo, Yunus (53), menjadi saksi mata aksi perusakan yang terjadi pada Sabtu (05/07/2025). Yunus melihat pelaku menghentikan kendaraannya lalu memecahkan kaca halte menggunakan besi panjang.
“Saya melihat sendiri, seorang laki-laki naik motor Honda Supra tiba-tiba berhenti lalu memecahkan kaca halte, saya tidak menyangka dia melakukan perusakan,” ujar Yunus, Minggu (06/07/2025) sore.
Yunus menambahkan, bahwa dirinya juga mendengar kabar dari warga lainnya, pelaku yang sama diduga merusak halte lain di sekitar Kecamatan Taman,”Tapi saya tidak kenal orangnya,” tambahnya.
Warga lain bernama Siswoyo (46) juga membenarkan bahwa halte di kawasan Pos Trosobo II mengalami kerusakan serupa, Siswoyo mengetahui kejadian itu dari video yang beredar luas.
“Saya tahu dari video yang viral. Setelah saya cek langsung, ternyata benar kacanya pecah,” ujarnya.
Terkait insiden ini, Panit Reskrim Polsek Taman Ipda. Andri Tri Sasongko, SH menyatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak manapun.
“Belum ada laporan resmi, baik dari Dishub (Dinas Perhubungan) Sidoarjo, Propinsi maupun dari masyarakat, kami masih menunggu laporan resmi agar bisa menindaklanjuti,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki bukti terkait perusakan halte tersebut untuk segera melapor agar proses hukum bisa segera dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Benny Airlangga Yogaswara, menjelaskan bahwa halte-halte yang dirusak tersebut merupakan aset milik Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut melalui grup WhatsApp (WA) internal.
“Halte-halte Trans Jatim mulai dari Kecamatan Taman hingga Balongbendo menuju Mojokerto merupakan aset milik Dishub Provinsi,” Pungkasnya. (Rif)
















