PASURUAN, GELORAJATIM.COM – Suasana penuh semangat dan inspirasi terasa dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Eks UPT Kecamatan Grati yang mengusung tema Emansipasi Wanita dalam Perspektif Islam”*. Kegiatan ini dihadiri oleh 107 guru TK dan SD se-Kecamatan Grati, sebagai bentuk penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial Jumat (17/4/26).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koordinator Wilayah Kecamatan Grati, Sulis Purwaniati, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan peran perempuan melalui forum DWP. Turut hadir pula Pengawas SD, Yuli Astutik, serta Pengawas TK, Emi Aminah.
Acara semakin khidmat dengan kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan, Muana Erawati, serta Ketua K3S Grati, Slamet Hidayat, yang turut memberikan motivasi kepada para peserta.
Materi utama mengenai emansipasi wanita dalam perspektif Islam disampaikan oleh Siti Aisyah Rosyad selaku Kepala Sekolah SDN Sumberdawesari I. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Islam telah sejak lama memuliakan perempuan dengan memberikan hak dan kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan peran sosial.
“Emansipasi dalam Islam bukan berarti menyaingi laki-laki, tetapi bagaimana perempuan mampu menjalankan perannya secara optimal dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan dan akhlak,” jelasnya. Ia juga mengajak para peserta untuk menjadi perempuan yang cerdas, mandiri, serta mampu mendidik generasi yang berkarakter.
Dalam sambutannya, Ketua DWP menekankan bahwa emansipasi wanita dalam perspektif Islam bukanlah tentang kesetaraan tanpa batas, melainkan keseimbangan peran yang harmonis antara tanggung jawab keluarga, sosial, dan profesional. “Perempuan memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Dengan pendidikan dan akhlak yang baik, perempuan mampu menjadi pilar utama dalam membangun generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama kegiatan berlangsung. Para guru tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berbagi pengalaman terkait peran mereka sebagai pendidik sekaligus perempuan yang berdaya.
Ketua K3S Grati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa guru perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter peserta didik. “Perempuan pendidik adalah agen perubahan. Dari tangan merekalah lahir generasi masa depan yang berakhlak dan berilmu,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas diri para anggota Dharma Wanita, khususnya dalam menjalankan peran strategis sebagai perempuan, pendidik, dan bagian dari masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Grati kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan yang selaras dengan nilai-nilai agama dan perkembangan zaman (wan/ji)
















