Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Aktivitas di Terminal Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo, kembali diwarnai aksi dugaan penipuan tiket bus palsu yang merugikan penumpang. Seorang calon penumpang tujuan Pandaan harus kehilangan uang hingga Rp 200 ribu setelah membeli tiket dari seseorang yang mengaku bisa mengurus keberangkatan bus secara cepat, Rabu (13/05/2026).
Pelaku diketahui bernama Farhan Umar alias Kacong. Ia diamankan petugas keamanan terminal usai korban melapor karena merasa tertipu dengan tarif tiket yang tidak wajar.
Kejadian bermula saat korban hendak melakukan perjalanan menuju Pandaan. Korban kemudian menaiki bus dari area pintu keluar terminal yang bukan merupakan titik resmi keberangkatan penumpang.
Di lokasi tersebut, korban didatangi pelaku yang menawarkan tiket bus tujuan Pandaan dengan tarif Rp 200 ribu. Karena tidak mengetahui tarif normal perjalanan, korban menyetujui tawaran tersebut dan mentransfer uang melalui aplikasi DANA ke rekening pelaku.
Kecurigaan mulai muncul ketika korban sudah berada di dalam bus ekonomi tujuan Malang via Tol Karanglo. Setelah melakukan konfirmasi kepada kondektur, korban baru mengetahui tarif resmi perjalanan menuju Pandaan hanya berkisar Rp 20 ribu. Selain itu, bus yang ditumpanginya juga tidak melewati maupun berhenti di wilayah Pandaan.
Merasa menjadi korban penipuan, korban langsung melapor kepada petugas keamanan Terminal Purabaya yang berjaga di ruang tunggu terminal. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan pencarian terhadap pelaku di sekitar area terminal.
Saat dikonfirmasi, Petugas Terminal Purabaya, Ilham Brillian, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari korban. “Setelah korban melapor dan menyampaikan ciri-ciri pelaku, kami langsung melakukan penyisiran ke area pintu keluar bus,” ujarnya, Jumat (15/05/2026).
Menurut Ilham, saat dilakukan pencarian, pelaku diketahui hendak melarikan diri menggunakan angkot kuning jurusan Joyoboyo. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan petugas gabungan yang berjaga di terminal. “Pelaku berhasil kami amankan sebelum sempat melarikan diri dan langsung dibawa ke pos keamanan terminal untuk dimintai keterangan,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengamanan melibatkan unsur pengamanan gabungan dari petugas terminal bersama aparat TNI dan Polri yang bertugas di kawasan Terminal Purabaya. Setelah dilakukan mediasi, korban meminta uangnya dikembalikan dan persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah pelaku mengembalikan seluruh uang korban.
Sebagai bentuk efek jera, pihak terminal memberikan sanksi sosial kepada pelaku berupa kerja bakti membersihkan area terminal serta melarangnya kembali beraktivitas di kawasan Terminal Purabaya. Ilham juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket bus dan tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan jasa di luar area resmi terminal. “Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu membeli tiket di loket resmi terminal dan segera melapor kepada petugas bila menemukan praktik percaloan atau hal mencurigakan lainnya,” pungkasnya. (rif)
















