petugas dari Polsek Sukodono sedang melakukan olah TKP
SIDOARJO, gelorajatim.com/ – W.A.S asal Lamongan tewas bersimbah darah di teras mushola Muhajirin desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kamis (14/7/2022). Pemuda berumur 27 tahun tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.
Unit Reskrim Polsek Sukodono langsung meluncur ke lokasi tempat kejadian perkara ( TKP) setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari MY yang juga kepala dusun Ngares, desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, bahwa ada orang yang meninggal dunia di teras mushola desa Nagresrejo.
Unit Reskrim Polsek Sukodono beserta anggota jajaran melalui Ipda Ali mengatakan, korban meninggal berinisial WAS, laki-laki kelahiran Lamongan, 30 Juli 1995, dengan alamat Kecamatan Deket Kota Kabupaten Lamongan
“Pelaku dugaan pembunuhan masih dalam
Lidik oleh Polsek Sukodono – Polresta Sidoarjo” tegasnya
Kronologis dugaan terjadinya pembunuhan tersebut, awal mulanya saksi seperti biasanya bermaksud untuk menunaikan ibadah sholat subuh di mushola Muhajirin, kemudian saksi melihat ada seseorang laki-laki yang tidak dikenal tidur dilantai teras mushola, pada saat didekati sudah dalam keadaan meninggal dunia dan mengeluarkan darah di bawah kepala korban.
Selanjutnya Saksi menghubungi pelapor selaku kepala dusun ngares, kemudian pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukodono. Diduga korban meninggal dunia karena dibunuh dengan menggunakan senjata tajam,selanjutnya korban di bawa ke RS Pusdik Gasum Porong guna dilakukan tindakan medis berupa visum VER.
Sementara Kapolsek Sukodono AKP I Ketut Agus Wardana SH dengan didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukodono Iptu Moh Ali membenarkan atas adanya tragedi pembunuhan tersebut, alhasil dengan sigap cepat personil Polsek Sukodono bergerak cepat dalam penanganan, dan selanjutnya korban di larikan ke RS Pusdik Gasum Porong guna dilakukan visum dahulu.
”Saya minta bantuan masyarakat dan segera memberi informasi bila mengatahui orang mencurigakan perihal insiden desa Ngaresrejo agar melapor ke Polsek Sukodono,”tuturnya
Reporter: teguh w
















