SURABAYA — Mahasiswa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Surabaya untuk mewujudukan gaya hidup nol sampah melalui Program ‘Kampung Zero Waste’.
Program Kampung Zero Waste ini merupakan salah satu program yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk meminimalkan pengeluaran sampah setiap harinya.
Yang mana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo hanya dapat menampung 1600 ton sampah tiap harinya, namun Kota Surabaya setiap harinya menghasilkan sampah yang melebihi kapasitas TPA Benowo.
Wilayah RW 02 Sidotopo, Surabaya terpilih menjadi salah satu kampung zero waste dikarenakan RW 02 Sidotopo telah banyak mengikuti lomba Kampung Surabaya Hebat pada periode sebelumnya.
Kampung ini terletak di bagian Surabaya Utara, tepatnya masuk Kecamatan Semampir. Di RW ini hanya terdiri dari 3 RT, namun termasuk kampung aktif dan pernah memenangkan lomba, salah satunya lolos dalam lomba Kampung Surabaya Hebat.
Warga RW 02 Sidotopo sudah tidak asing dengan kegiatan pengolahan sampah dan disini telah banyak mengaplikasikan media pengolahan sampah seperti bank sampah yang diadakan sebulan sekali. Sehingga RW 02 Sidotopo dipilih untuk berkontribusi dalam pengurangan sampah yang ada di Surabaya.
Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya, khususnya di RW 02 Sidotopo. “Terkait sampah di RW 02 Sidotopo memang tidak dapat hilang begitu saja. Kita sudah berusaha membangun bank sampah untuk mengurangi sampah kering, namun masih banyak sampah yang keluar setiap harinya” ujar Bu Titik, selaku Ibu RW 02 Sidotopo saat melakukan kumpul Kader Surabaya Hebat dengan Mahasiswa MBKM.
Melihat permasalahan sampah yang tidak pernah selesai, mahasiswa MBKM yaitu Amanda Putri Desynta dan Reza Ardiansyah mengadakan sosialisasi mengenai Program Kampung Zero Waste.

Sosialisasi yang digelar pada tanggal 7 Mei 20204 ini bertujuan untuk menyadarkan kembali warga RW 02 Sidotopo tentang pentingnya mengurangi sampah dengan mengelola sampah kering dan sampah basah secara efektif.
Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 25 warga RW 02 Sidotopo. Mereka antusias mengikuti pembahasan topik-topik penting mengenai pengelolaan sampah anorganik dan organik.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa menjelaskan berbagai cara mengelola sampah, termasuk pemanfaatan Bank Sampah Gerobak Pisa untuk sampah kering dan tong komposter untuk sampah basah.
Mahasiswa MBKM ini juga mencontohkan cara memilah sampah kering, serta berdiskusi pengalaman mereka dalam mengelola sampah di lingkungan Sidotopo.
Pengolahan sampah anorganik telah dikelola dengan baik oleh RW 02 Sidotopo dengan bank sampah dan sedekah sampah yang dapat mengurangi sampah dan menambah perekonomian.
Dari sosialisasi ini juga bertujuan mengajak lebih banyak warga menjadi nasabah bank sampah. Sedangkan pengolahan sampah organik masih beberapa yang diaplikasikan seperti komposter. Dengan adanya sosialisasi ini juga membuat warga mengetahui pengolahan sampah organic selain tong komposter, antara lain seperti keranjang takakura, eco enzyme, dan budidaya maggot.
Harapannya setelah melakukan sosialisasi ini, warga RW 02 Sidotopo akan lebih rajin dan konsisten dalam mengolah sampah mereka. Mereka diharapkan mampu memotivasi warga lainnya yang belum melakukan pengolahan sampah untuk turut berpartisipasi.
Dengan meningkatnya partisipasi, akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di RW 02 Sidotopo. Selain itu, diharapkan inovasi yang diciptakan oleh warga dapat terus berkembang, sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan efisien.
Artikel ini ditulis oleh: Kelompok 1 Agribisnis (Magang MSIB – MBKM 2024) yakni, Amanda Putri Desynta, Reza Ardiansyah, Apria Yuvitar Devani Putri, Talitha Athaya Rahman dan Gilang Amanda Puspanegara.






