Surabaya, GELORAJATIM.COM – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, salah satunya melalui Talk Show HANI 2026 yang digelar di PrimeBiz Hotel, Jalan Gayung Kebonsari, Surabaya, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Kesehatan untuk Keadilan dan Keadilan untuk Kesehatan” ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi hukum, hingga kepolisian.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H. Selain itu, forum juga menghadirkan Ketua Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya Drs. M. Sholehuddin, S.H., M.H., Direktur Plato Foundation Dita Amelia, S.Sos., M.Psi., serta Direktur Utama Adil Paranata Law Firm Sugeng Hadi Kartono, S.H., C.T.L.C.
Ketua Panitia Talk Show HANI 2026, Dea Milenia, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba.
Menurutnya, gerakan tersebut mendapat dukungan dari tujuh organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat pegiat anti narkoba, akademisi, hingga pakar hukum yang bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika.
Dalam pemaparannya, AKP Adik Agus Putrawan mengungkapkan bahwa selama kurang lebih empat bulan menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pihaknya telah berhasil mengungkap sekitar 600 kasus narkotika. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menekan peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya.
“Selama kurang lebih empat bulan kami bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, sekitar 600 kasus narkotika berhasil kami ungkap. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang selalu mengedepankan strategi dan profesionalisme dalam setiap penindakan,” ujar AKP Adik Agus Putrawan.
Ia menjelaskan, setiap operasi pemberantasan narkoba selalu diawali dengan proses kontrol, pemetaan wilayah, serta pengintaian secara matang sebelum dilakukan penangkapan maupun penggerebekan. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasi sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.
“Sebelum melakukan penindakan, kami selalu melakukan kontrol, pemetaan, dan pengintaian secara teliti agar operasi berjalan efektif. Alhamdulillah, hasil kerja keras tim mendapat apresiasi dari berbagai jajaran kepolisian lainnya. Kami berharap kegiatan edukatif seperti Talk Show HANI dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selamat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, mari kita satukan langkah menyelamatkan generasi bangsa. Narkoba harus sirna dari muka bumi Indonesia,” pungkas AKP Putrawan. (rif)
















