Hari jadi
Hukum

Lapas Kelas I Surabaya Fasilitasi Pernikahan Putri Napi Terorisme, Wujud Pembinaan dan Hak Warga Binaan

1085
×

Lapas Kelas I Surabaya Fasilitasi Pernikahan Putri Napi Terorisme, Wujud Pembinaan dan Hak Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Hum00439 Scaled
ZJ narapidana kasus terorisme memeluk putrinya usai prosesi ijab kabul di Masjid Nurul Fuad Lapas Kelas I Surabaya
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Lapas Kelas I Surabaya, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak warga binaan dengan memfasilitasi pernikahan putri salah satu narapidana kasus terorisme berinisial ZJ. Prosesi pernikahan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Nurul Fuad Lapas Kelas I Surabaya, Jumat (06/02/2026).

Pernikahan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian sekaligus penguatan reintegrasi sosial warga binaan, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan prosedur yang berlaku. Meski ZJ tengah menjalani masa pidana, pihak lapas memastikan hak-hak sosialnya tetap terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Breaking News

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Porong selaku pihak pencatat pernikahan, perwakilan Densus, petugas Lapas Kelas I Surabaya, serta keluarga dari kedua mempelai. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar di bawah pengawasan petugas.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa fasilitasi pernikahan ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang sejalan dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan tetap memiliki peran penting dalam keluarga meskipun sedang menjalani pidana.

“Kami memfasilitasi kegiatan ini bukan hanya sebagai pemenuhan hak, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Keluarga adalah fondasi utama perubahan, sehingga warga binaan memiliki motivasi lebih kuat untuk menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Sohibur Rachman.

Ia menjelaskan, keterlibatan warga binaan dalam momen keluarga yang bernilai positif diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional serta menumbuhkan rasa tanggung jawab, baik terhadap keluarga maupun lingkungan sosialnya kelak.

Selain itu, Sohibur Rachman menyampaikan bahwa ZJ menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan selama mengikuti program pembinaan di Lapas Kelas I Surabaya. Perubahan sikap dan perilaku tersebut menjadi catatan positif bagi proses pembinaan yang dijalani.

“Rencananya minggu depan yang bersangkutan akan melaksanakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini menjadi indikator adanya perubahan sikap, pola pikir, serta komitmen untuk kembali setia kepada negara sehingga ketika bebas siap kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578