Hari jadi
Pemerintah

Kreativitas Pemuda Dorong Desa Naik Kelas di Era AI, Kata Sullamul Hadi Nurmawan dan Eri Sudewo

95
×

Kreativitas Pemuda Dorong Desa Naik Kelas di Era AI, Kata Sullamul Hadi Nurmawan dan Eri Sudewo

Sebarkan artikel ini
Img 20260423 Wa0098
Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo (Kiri) dan Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan (Kanan)
Info Iklan hubungi 085183255578

Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Semangat baru pembangunan desa mulai bergeser ke arah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Bukan lagi sekadar mengandalkan potensi alam, desa kini dituntut mampu bertransformasi melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi, terutama oleh generasi muda yang menjadi motor penggeraknya.

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, menilai bahwa desa sejatinya memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Menurutnya, tantangan utama bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada cara mengemas dan mengembangkannya agar memiliki nilai tambah.

Breaking News

“Sebetulnya bukan potensi desa, tapi kreativitas teman-teman dalam mengeluarkan potensi desa dengan caranya masing-masing. Kreatif saat ini adalah mencari problem solving,” ujar pria yang akrab disapa Gus Wawan itu, Rabu (22/04/2026) malam.

Ia menegaskan, kreativitas yang mampu menghadirkan solusi akan mendorong desa menjadi lebih produktif dan berdaya saing. Pola pikir inovatif dan keberanian untuk keluar dari kebiasaan lama menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era disrupsi.

“Ketika kreatif menciptakan problem solving, maka desa manapun di Sukodono akan menjadi sesuatu yang produktif. Sekarang era kreatif harus ada problem solving, mencari solusi yang luar biasa dan out of the box,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi generasi muda dalam menghadapi percepatan teknologi, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kian masif.

“Tidak menutup kemungkinan lima sampai sepuluh tahun ke depan, tenaga manusia akan banyak digantikan AI. Karena itu kita harus meningkatkan kompetensi diri,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tanpa kesiapan, generasi muda berpotensi tertinggal dan hanya menjadi penonton di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

“Kalau kita hanya asyik bermain media sosial dan game, kita akan jadi penonton di negeri sendiri. Kita harus belajar bagaimana AI itu dibuat, digunakan, dan diarahkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eri menyebut Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat infrastruktur digital hingga ke tingkat desa, termasuk penyediaan akses internet gratis sebagai fondasi pengembangan potensi berbasis teknologi.

“Kami saat ini menyambungkan infrastruktur ke desa-desa. Sukodono hampir semua sudah mendapat fasilitas internet gratis, dan ini juga dilakukan di seluruh desa di Sidoarjo,” katanya.

Ia optimistis, integrasi antara potensi lokal dengan teknologi seperti Internet of Things (IoT), AI, dan strategi branding digital akan mampu meningkatkan daya saing desa. Selain itu, pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) juga didorong sebagai sarana pemberdayaan warga dalam literasi digital.

“Potensi desa bisa dikembangkan dengan teknologi, baik melalui IoT, AI, maupun branding. Saya yakin Sukodono bisa menjadi pilot project,” pungkasnya. (rif)

Example 120x600
Info Iklan hubungi 085183255578
error: